Konflik Minyak dan Gas Bumi Rusia-Belarusia | dunia | DW | 10.01.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Konflik Minyak dan Gas Bumi Rusia-Belarusia

Jalinan 'persahabatan' Rusia-Belarusia terancam karena konflik gas dan minyak bumi diantara kedua negara tersebut.

Satu bagian dari jaringan pipa Druschba yang berada di Mozyr, 300 km dari ibukota Belarusia, Minsk

Satu bagian dari jaringan pipa Druschba yang berada di Mozyr, 300 km dari ibukota Belarusia, Minsk

Druschba, sebuah kata bahasa Rusia yang berarti "Persahabatan". Jaringan pipa yang dinamai Druschba sebetulnya untuk menggambarkan persahabatan antara pemerintah Rusia dan Belarusia.

Tanggapan Belarusia

Namun tali persahabatan di antara mereka kini putus gara-gara konflik gas dan minyak bumi. Menanggapi konflik yang terjadi antara Rusia dan Belarusia, Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengatakan:

"Sumber energi seharusnya tidak menjadi alat untuk menekan rakyat kami. Untuk itu saya mempertahankan kepentingan rakyat. Kami melakukannya secara beradab dan berdasarkan hukum. Saya berusaha semaksimal mungkin melindungi apa yang kami miliki. Kami harus menyelesaikan masalah yang ada di depan mata tersebut."

Usaha Menjalin Kebersamaan

Persahabatan antara Rusia dan Belarusia dimulai ketika masa pemerintahan Boris Yeltsin di tahun 1990an. Ketika itu Yeltsin dan Lukaschenko mengucapkan sumpah persahabatan. Kedua kepala pemerintahan tersebut ingin membentuk negara persatuan, dengan struktur bersama, mata uang bersama, bahkan mungkin politik luar negeri dan keamanan bersama. Waktu itu malah tercetus ide untuk menghidupkan Uni Soviet baru.

Sama-sama Ingin Memimpin

Namun ide tersebut tidak diwujudkan. Sejak Vladimir Putin menjadi presiden Rusia, dia menyatakan, jika rencana persatuan kedua negara diwujudkan, Rusia yang harus menjadi pemimpinnya. Sebaliknya, Presiden Belarusia mengemukakan kesetaraan dan persamaan hak antara kedua negara. Maksudnya dirinyalah yang harus memegang kepemimpinan negara persatuan itu. Persahabatan antara Belarusia dan Rusia lalu menjadi basa-basi. Kelanjutan ceritanya, perseteruan mereka jadi seperti pertarungan antara Daud dan raksasa Goliath.

Perbedaan Besar diantara Keduanya

Belarusia dan Rusia memiliki perbedaan besar dalam ukuran. Misalnya dari jumlah penduduk. Rusia memiliki 143 juta penduduk, sedangkan wilayah Belarusia dihuni 10 juta jiwa. Rusia merupakan negara terluas di dunia, dengan luas 17 juta kilometer persegi, sedangkan luas Belarusia hanya sekitar 208 ribu kilometer persegi.

Rusia dan Belarusia juga memiliki kekuatan ekonomi yang tidak seimbang. Belarusia sangat tergantung pada Rusia dalam hal pasokan minyak dan ekspor. Menurut studi yang dilakukan Bank Dunia, pengolahan bahan bakar minyak merupakan 30 persen industri produksi di Belarusia. Produk olahan minyak merupakan barang ekspor dengan jumlah terbesar ke Uni Eropa.

Syarat Perundingan

Rusia menjadi raksasa energi ketika mereka menggunakan Dollar Amerika Serikat sebagai mata uang dagangnya dengan Eropa. Tak hanya minyak dan gas bumi yang mereka jual, namun juga tenaga listrik. Tentu saja Belarusia tertinggal jauh.

Dengan percaya diri, Wakil Menteri Perekonomian Rusia Andrej Scharonov menyatakan:

"Kami siap berunding. Tapi Belarusia lebih dulu harus menarik kenaikan ilegal ongkos transit minyak bumi Rusia. Jangan lupa, Rusia merupakan pasar terbesar bagi Belarusia. Kami dapat saja melakukan embargo produk Belarusia."

Rusia menang dalam banyak hal. Walau pun selalu mendapat kritik dari dunia Barat, Rusia mendapatkan dukungan dari Uni Eropa. Sedangkan Belarusia hingga kini dianaktirikan Uni Eropa.

Iklan