Konflik Gaza: Israel Akhiri Perang dengan Jihad Islam | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 14.11.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Konflik Gaza

Konflik Gaza: Israel Akhiri Perang dengan Jihad Islam

Kelompok Jihad Islam di Gaza umumkan gencatan senjata pada Kamis (14/11) pagi waktu setempat. Tak lama setelahnya, Israel umumkan berakhirnya operasi militer di wilayah tersebut.

Juru bicara militer Israel mengonfirmasi gencatan senjata dengan kelompok Jihad Islam Gaza pada Kamis (14/11) waktu setempat, setelah pertempuran dua hari terakhir ini.

"Pertempuran dua hari ini sudah berakhir," cuit Letkol Avichay Adraee dalam sebuah tweet.

"Ketenangan akan dibalas dengan ketenangan," terang Menteri Luar Negeri Israel, Yisrael Katz tanggapi gencatan senjata ini dalam sebuah siaran radio.

"Namun, Israel tidak akan ragu untuk menyerang siapa saja yang mengganggu kami, baik di jalur gaza atau pun dari wilayah lain," tambah Katz.

Gencatan senjata dilaporkan dimediatori oleh Mesir dan diumumkan oleh juru bicara kelompok Jihad Islam Gaza, Musab al-Berim pada Kamis pagi, efektif mulai pukul 05.30 pagi waktu setempat. Namun setelahnya, di wilayah Israel bagian selatan diketahui masih ada dua roket dan serangan udara yang diluncurkan.

Baca jugaIsrael Hentikan "Operasi Pengamanan" Setelah Hamas Tawarkan Gencatan Senjata

Gaza Konflikt (Getty Images/AFP/A. Baba)

Roket diluncurkan di jalur Gaza pada 13 November silam.

Sudah lebih dari 48 jam sejak pertempuran hebat yang terjadi antara Israel dan Gaza. Ini bermula ketika Israel menyerang rumah seorang komandan Jihad Islam Gaza dan menewaskannya.

Gencata senjata pun diajukan kelompok Jihad Islam dengan serangkaian tuntutan, yang paling mendasar adalah mengakhiri serangan yang menargetkan pemimpin-pemimpin mereka, menghentikan penembakan yang dilakukan aparat Israel kepada para demonstran mingguan di sepanjang perbatasan Israel, serta menurunkan blokade Israel yang telah menghancurkan ekonomi Gaza selama 12 tahun terakhir ini.

"Gencatan senjata ini datang dari usaha pemerintah Mesir dan telah didukung oleh faksi-faksi Palestina termasuk kelompok Jihad Islam di Gaza," ujar salah seorang seorang pejabat Mesir.

Pemerintah Palestina melaporkan setidaknya terdapat 34 korban tewas di Gaza akibat serangan udara dua hari terakhir ini, sementara kelompok Jihad Islam membalas serangan dengan meluncurkan 4.000 roket. Sebanyak 97 warga Palestina alami luka-luka. Tidak ada korban tewas di pihak Israel.

Baca jugaEskalasi Konflik Israel-Palestina, Saling Ancam dan Saling Serang

rap/na (reuters, ap)

Laporan Pilihan