Konflik Atom Korut: Rice di Asia | Fokus | DW | 19.10.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Konflik Atom Korut: Rice di Asia

Negara negara Asia diminta bereaksi untuk menghentikan rencana ujicoba nuklir kedua Korea Utara.

Rice bertemu PM Jepang Shinzo Abe di Tokio

Rice bertemu PM Jepang Shinzo Abe di Tokio

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Condoleezza Rice dalam rangkaian kunjungannya ke Asia pekan ini, membawa agenda utama menekan negara-negara di Asia untuk segera bereaksi terhadap rencana ujicoba bom nuklir kedua Korea Utara. Alasan lain kunjungan Rice adalah kekuatiran Amerika Serikat, bahwa negara-negara Asia lainnya juga mengembangkan program senjata nuklir, sebagai tindakan pertahanan terhadap Korea Utara.

Rabu (18/10) kemarin, Rice tiba di Tokyo dan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Jepang Taro Aso. Dalam pertemuan mereka, Aso dan Rice sepakat mendukung diwujudkannya sanksi PBB terhadap Korea Utara.

Selain itu Jepang dan Amerika Serikat sepakat untuk menggeledah dan menghentikan kapal pengangkut Korea Utara yang dicurigai membawa material nuklir. Awal Oktober lalu Korea Utara sudah melakukan uji coba senjata nuklir yang pertama. Kekuatiran yang berkembang saat ini adalah rencana Korea Utara melakukan uji coba nuklir susulan.

Setelah pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Jepang Taro Aso, Rice juga menyatakan, Washington berencana mengadakan invasi ke Korea Utara namun meminta Korea Utara untuk segera mengamankan bahan nuklir mereka. Mengutip Presiden Bush, Rice juga meminta kerja sama negara-negara sekutu Amerika.

Setelah kunjungannya ke Jepang, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Condoleezza Rice melanjutkan perjalanannya ke Korea Selatan. Rencananya, Rice juga akan menegaskan pernyataan Amerika Serikat untuk melindungi Korea Selatan dan meminta dukungan Korea Selatan untuk menggeledah tiap kapal yang keluar masuk Korea Utara. Selama ini Korea Selatan enggan melakukan tindakan itu karena kuatir akan memicu konflik baru dengan negara tetangganya.

Rice juga akan melakukan kunjungan ke Cina dan mendesak Beijing untuk bereaksi tegas terhadap Korea Utara. Cina, negara yang paling mungkin dijadikan juru penengah, telah meminta Korea Utara untuk tidak meningkatkan ketegangan dengan dunia internasional, melainkan menyelesaikan masalah dengan dialog secara damai.

Posisi Amerika Serikat dalam konflik di semenanjung Korea juga ditegaskan Condoleezza Rice. Tindakan Amerika Serikat dilakukan secara sadar dan berdasarkan kesepakatan pertahanan bersama dan dilakukan dalam keadaan darurat.