Konflik Atom Iran: Pertemuan Solana-Laridjani | dunia | DW | 12.09.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Konflik Atom Iran: Pertemuan Solana-Laridjani

Uni Eropa dan Iran melihat kemajuan di perundingan Atom. Pembicaraan lebih lanjut direncanakan pada beberapa minggu mendatang

Solana: kesalahpahaman telah diluruskan

Solana: kesalahpahaman telah diluruskan

Banyak yang terkejut ketika komisaris urusan luar negri Uni Eropa tiba-tiba bermalam di Wina, Austria, untuk melanjutkan pembicaraannya tentang sengketa nuklir dengan utusan dari Iran pada hari Minggu (10/09) lalu. Beberapa pakar hadir sebelum pertemuan lanjutan kedua pemimpin tersebut. Komisaris Urusan Luar Negri Uni Eropa, Javier Solana, bersama dengan perantara masalah atom Iran, Ali Laridjani, menilai pertemuan di Wina ini membawa kesuksesan.

Solana: "Saya berbicara dengan Dr. Laridjani selama lebih dari 7 jam dan pembicaraan ini produktif. Kami meluruskan beberapa kesalah pahaman yang ada sebelumnya. Kami ingin terus bekerja searah dengan pembicaraan ini dan juga bertemu kembali dalam waktu beberapa minggu mendatang. Menurut saya pembicaraan selama satu setengah hari ini bermanfaat.“

Tempat untuk pertemuan selanjutnya masih belum jelas, salah satu kemungkinannya di New York. Utusan Iran, Ali Laridjani, juga menyatakan pendapat positifnya tentang pertemuan dengan komisaris urusan luar negri Uni Eropa ini.

Laridjani: “Dengan nama Tuhan yang Maha Kuasa dan Maha Pengampun, penilaian saya tentang pertemuan ini mirip dengan penilaian Pak Solana. Saya berterima kasih kepada Pak Solana untuk pertemuan yang berlangsung panjang ini. Kami telah mendiskusikan beberapa tema dari paket yang ditawarkan dari pihak lawan dan kami juga telah memberikan jawabannya. Kami telah merundingkan serangkaian tema. Dengan ini banyak kesalah pahaman juga sudah dibereskan. Saya punya penilaian yang positif tentang pertemuan bersama ini dan saya menganggap pertemuan ini sangat membangun. Kami sudah sepakat untuk bertemu kembali dalam beberapa minggu.“

Dalam sebuah paket penawaran bersama, negara-negara pemilik hak veto dan Jerman telah menjanjikan bantuan di bidang ekonomi dan teknologi kepada Iran. Sebagai gantinya Iran harus menghentikan proyek pengayaan uraniumnya sampai Iran dapat membuktikan bahwa mereka hanya akan menggunakan teknologi atomnya untuk tujuan damai. Teheran telah mengirimkan penjelasan panjang lebar seputar hal tersebut. Namun jawaban ini tetap dinilai tidak cukup oleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.

Pada saat yang bersamaan, dengan pembicaraan antara Utusan Uni Eropa dan utusan dari Iran, pemerintahan di Teheran baru menguatkan kembali pendiriannya untuk tidak menghentikan program pengayaan uranium mereka. Apakah mereka membicarakan topik hangat ini, juru perundingan tidak mengatakan apa-apa.

Sementara itu Amerika Serikat mendesak dewan keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa untuk memberikan sanksi terhadap Iran. Tetapi terutama Rusia dan Cina mengerem. Di dalam situasi yang semakin panas ini, adanya perundingan kembali antara Uni Eropa dan Teheran tentang masalah atom ini sudah dilihat oleh para pengamat pada badan atom internasional di Wina sebagai sebuah titik terang.

Iklan