Konflik Atom Iran: Dewan Keamanan Ingin Tetap Berunding | Fokus | DW | 01.09.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Konflik Atom Iran: Dewan Keamanan Ingin Tetap Berunding

Ultimatum bagi Iran sudah habis waktunya dan Dewan Keamanan PBB tidak bersuara. Semua anggota dewan? Tidak juga.

John Bolton desak DK segera jatuhkan sanksi.

John Bolton desak DK segera jatuhkan sanksi.

Kesal karena sehari setelah ultimatum berakhir tidak digelar rapat, Duta Besar AS untuk PBB John Bolton menganalisa sendiri laporan terbaru Badan Energi Atom Internasional IAEA. Dari dokumen setebal 6 halaman itu Bolton mengambil kesimpulan.

John Bolton: "Laporan itu memperkuat bahwa Iran bukan hanya tidak menghentikan pengayaan uranium, sebagaimana yang dituntut resolusi nomor 1696. Iran juga membangun 164 lagi instalasi sentrifugal yang akan dioperasikan bulan depan."

Kesimpulan itu diambil dari laporan bahwa setelah bertahun-tahun berupaya, IAEA tidak kunjung bisa membuktikan penggunaan sipil program atom Iran. Namun laporan itu juga tidak menunjukkan adanya penggunaan untuk tujuan militer. Tapi bagi AS sudah jelas, jika tidak, mengapa Teheran berinvestasi begitu besar, terutama dalam sentrifugal untuk pengayaan uranium? Selain itu, menurut Bolton, Iran tetap tidak cukup bekerjasama dengan pengawas dari badan Energi Atom Internasional IAEA.

Ada banyak hal dalam program atom Iran yang selayaknya membuat khawatir PBB. Hal-hal yang menguatkan bukti bahwa Iran berhasrat memiliki senjata nuklir, kata Bolton.

Namun, akan makan waktu cukup lama sampai Iran dijatuhi sanksi. Sekalipun hanya berupa pembatasan bepergian bagi para politisi Iran, pembekuan rekening di bank luar negeri, serta embargo teknologi atom dan rudal.

Walaupun dua bulan lalu menteri luar negeri Cina dan Rusia menyepakati tindakan sanksi, tapi kini Moskow dan Beijing terkesan mengambil langkah mundur. Ini disampaikan pula oleh Duta besar Cina untuk PBB Wang Guangya.

Wang: "Saya pikir, berakhirnya ultimatum bukan berarti bahwa perundingan tamat riwayatnya."

Menurut Wang, upaya dan perundingan harus terus dilakukan untuk menemukan jalan keluar.

Karena itu Dewan Keamanan tidak akan bertindak, sebelum pembicaraan antara Uni Eropa dan Iran yang telah lama dinanti-nantikan, berhasil digelar. Kemudian 5 plus satu, 5 negara pemegang hak veto ditambah Jerman, akan menegaskan strategi baru mereka. Setelah itu, dewan tertinggi PBB akan menetapkan tahap berikutnya dalam sengketa atom Iran.

Menurut John Bolton, Duta Besar AS untuk PBB, sampai sidang paripurna PBB akhir September, resolusi baru tentang Iran akan cukup matang untuk diputuskan lewat voting.

Bolton: "Jika para menteri bisa menyetujui resolusi baru, itu akan menjadi cara yang sangat positif untuk menyampaikan isyarat kepada Iran."