Konferensi Warga Eropa | Sosial | DW | 18.03.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

Konferensi Warga Eropa

Motto mereka: “Sumbangkan suara Anda!” Untuk pertama kalinya sejak berdirinya Uni Eropa setengah abad lalu, warga di 27 negara anggotanya mendiskusikan harapan mereka untuk Eropa.

50 tahun Uni Eropa

50 tahun Uni Eropa

Di Jerman konferensi warga Eropa berlangsung di Berlin. Penggagas dan organisator konferensi ini adalah kelompok yayasan di Jerman Robert Bosch Stiftung. Awal bulan Mei hasil diskusi dalam bentuk 27 Pernyataan warga Eropa, akan diserahkan kepada pimpinan berbagai institusi Uni Eropa di Brussel.

Membuat peta Eropa merupakan kesulitan pertama bagi para peserta konferensi warga Eropa. Jerman digambar terlalu buncit, Prancis terlalu kecil dan di mana seharusnya negara-negara Eropa Timur berada terdapat lubang besar. Meskipun kurangnya pengetahuan geografi, 200 warga Jerman berkumpul di Berlin untuk lebih mengenal Eropa dan merancangnya. Mereka dipilih secara acak lewat jajak pendapat per telefon. Pesertanya juga beragam, ada pensiunan dari Timur Jerman atau murid sekolah di Hamburg sampai ahli pertukangan di München. Salah satu peserta adalah Ernst Kunstmann yang bekerja sebagai guru. Ia bahkan membatalkan kehadirannya dalam pesta keluarga untuk bisa ambil bagian dalam konferensi warga Eropa

“Ini adalah sebuah forum dimana orang dapat bertukar pendapat. Orang dapat menguji pendapatnya tentang Eropa, mempertimbangkannya dan mengusulkan penyelesaian masalah yang praktis. Bahkan mungkin para politisi dapat meninjau usulan tersebut.”

Yang patut dicontoh adalah semangat dan partisipasi para peserta dalam berdiskusi. Dengan dibagi dalam 10 kelompok mereka duduk di meja bundar. Warna taplak meja menunjukkan tema yang mereka pilih dari 3 bidang tema yang dibahas. Biru berarti keluarga dan jaminan sosial di Eropa. Dengan spidol mereka menulis masalah-masalah utama, sementara kesimpulan usulan jalan keluarnya diketik pada lap-top.

Christiane Appeldorn dengan pasti memilih tema keluarga. Sebelum kelahiran ketiga anaknya, ia berkarir sebagai manajer. Sekarang Christiane ibu rumah tangga. “Di Jerman saat ini orang harus memilih antara pekerjaan atau keluarga. Di negara tetangga lainnya seperti Belgia, justru sebaliknya. Di sana karir sudah menjadi bagian seorang ibu, karena anak-anaknya dapat terurus dengan baik.”

Lebih banyak sekolah di mana murid dapat tinggal sehari penuh, tempat penitipan anak-anak di dalam perusahaan. Merancang Eropa berarti juga belajar dari negara-negara tetangga. Kesatuan dan transparan adalah harapan utama para peserta dan ini tidak hanya di Jerman. Layar besar di ruang konferensi di Berlin berulang kali di-switch ke Latvia dan Slovakia. Karena secara paralel konferensi warga Eropa juga berlangsung, di mana imigrasi di Eropa menjadi agenda utama. Pengetahuan yang kurang tentang tema ini cukup terasa dalam diskusi tentang hal tersebut.

Di Berlin Carla Rune yang berusia 22 tahun berupaya meyakinkan perempuan pensiunan yang duduk semeja dengannya, betapa penting sikap yang bertanggung jawab dalam menghadapi para pengungsi. Carla harus mengakui, komunikasi baru mungkin tercapai lewat pengertian bahasa. Ini berarti kursus bahasa di Eropa harus menjadi kewajiban. “Karena saya juga masih sangat muda, maka bagi saya gambaran tentang Eropa tidak pernah memiliki garis batas. Saya punya teman dari Polandia, dari Perancis, yang saya kunjungi secara teratur. Oleh sebab itu saya sering bepergian di Eropa dan menganggap bahwa semua orang pada dasarnya sama. Sementara perbedaan yang saya temui, justru malah memperkaya kehidupan saya, ketimbang membuat saya takut.”

Dalam sikap yang santai, pandangan yang sangat alami inilah terletak peluang Eropa. Hal tersebut disepakati semua peserta konferensi warga Eropa di Jerman. Juga dalam tema utama lainnya perlindungan iklim dan politik energi mereka mengolah berbagai usulan. Di samping penurunan kadar karbondioksida, mereka juga ingin agar penggunaan energi alternatif dilakukan secara luas di Eropa.

Gagasan mereka akan segera diserahkan bersama dengan konferensi warga di negara Uni Eropa lainnya. Sebelum akhirnya diserahkan kepada para pimpinan institusi Uni Eropa di Brussel. Para peserta konferensi warga di Berlin yakin, gagasan dan usulan mereka akan mendapat tanggapan positif. Bagi semua konferensi warga Eropa memiliki nilai penting. Untuk pertama kalinya mereka merasa, Uni Eropa bukan hanya gabungan dari pemikiran yang skeptis dan birokrasi. Tidak demikian. Eropa benar-benar nyata dan menyangkut masa depan mereka.