Konferensi Perubahan Iklim Dibuka | dunia | DW | 03.04.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Konferensi Perubahan Iklim Dibuka

Selasa (3/4) Konferensi Internasional Perubahan Iklim di Brüssel resmi dibuka.

Walau pun terdapat upaya ketat pengurangan emisi gas rumah kaca seperti karbondioksida, kenaikan suhu rata-rata udara di Bumi tidak terhindarkan lagi. Demikian kantor berita AFP mengutip isi rancangan laporan Dewan Kerjasama Antar Pemerintah mengenai Perubahan Iklim IPCC yang akan dipublikasikan Jumat mendatang ini. Akibat perubahan iklim, dalam 70 tahun mendatang lebih dari tiga miliar penduduk bumi menderita kekurangan air dan 600 juta penduduk lainnya menderita kelaparan. Selain itu, ratusan juta penduduk sekitar kawasan delta seperti sungai Nil juga terancam bahaya banjir.

Tak hanya itu, rancangan laporan IPCC menyebut banyak spesies binatang dan tumbuhan yang punah dan sekitar 30 persen spesies flora dan fauna yang terancam punah. Kepunahan tersebut disebabkan oleh naiknya suhu udara sekitar 2,5 derajat Celsius hingga akhir abad 21.

Ahli perubahan iklim dari 124 negara kini tengah membicarakan bagian kedua laporan iklim dunia di Brussel. Bagian pertama laporan itu telah dipublikasikan di Paris awal Februari lalu. Hasilnya mengejutkan, para ilmuwan menyimpulkan penduduk bumi bertanggung jawab atas perubahan iklim. Penyebab utamanya adalah emisi gas rumah kaca.

Kali ini pengaruh perubahan iklim tersebar di penjuru dunia. Dalam bagian ketiga laporan yang nanti akan disusun, berisi saran penyelesaian masalah perubahan iklim. Rencananya bagian ketiga laporan tersebut mulai dibicarakan pekan ini dan dipublikasikan dalam KTT G8 di Heiligendamm, Jerman Juni mendatang.

Komisaris urusan Lingkungan Uni Eropa Stavros Dimas Selasa kemarin dalam membuka konferensi yang dihadiri 15 anggota lama Uni Eropa, menyatakan bahwa tujuan Protokol Kyoto yang ditetapkan tahun 2005 masih jauh dari kenayataan. Tujuan yang ditetapkan dalam perjanjian tersebut adalah mengurangi emisi gas rumah kaca delapan persen hingga tahun 2012. Pada tahun 2005, emisi gas rumah kaca yang berhasil dikurangi sejumlah 1, 6 persen.

Amerika Serikat menuntut Komisaris urusan Lingkungan Uni Eropa Dimas supaya menghilangkan sikap skeptis terhadap usaha perbaikan iklim internasional dan meningkatkan kerja sama. Jika tidak, negara berkembang akan merasa tidak berkewajiban turut serta dalam perbaikan iklim.

Iklan