Konferensi Keamanan Internasional. | dunia | DW | 09.02.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Konferensi Keamanan Internasional.

Sampai hari Minggu (11/02) kota München menjadi tuan rumah konferensi yang juga akan dihadiri oleh Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menlu Israel Tsipi Livni.

Presiden Rusia Putin sampaikan pedatonya di München

Presiden Rusia Putin sampaikan pedatonya di München

Selama dua hari, lebih dari 250 wakil pemerintahan, anggota parlemen, militer dan pakar dari 40 negara akan membahas politik keamanan aktual dengan motto "Krisis global - tanggungjawab global". Terutama konflik di Timur Tengah. Sesudah konferensi keamanan tahun lalu di München, tidak ada konflik internasional yang berhasil diselesaikan, demikian dikemukakan Horst Teltschik sebagai penyelenggara. Ini membuat agenda konferensi tahun ini bertambah panjang. Konflik Timur Tengah, kondisi di Irak dan sengketa atom dengan Iran, termasuk pula pengadaan energi yang terjamin bagi Eropa.

Topik-topik lainnya akan ditetapkan oleh para pembicara, diantaranya Presiden Rusia Vladimir Putin. Kalau ia mengritik rencana AS untuk menempatkan sistem penangkis rudal di Eropa Timur, maka itu akan sampai langsung ke Menteri Pertahanan AS Robert Gates yang juga hadir di München.

Dalam pidato pembukaannya, Kanselir Angela Merkel - seperti tahun lalu - akan kembali menyinggung tema yang selalu dibahas, yaitu masa depan NATO, karena Merkel menganggap NATO bukan hanya sebagai aliansi militer: "NATO tetap merupakan inti dialog politik keamanan di kawasan Atlantik, juga dalam kerangka politik keamanan dan pertahanan. Menurut saya, Eropa dapat memberikan kontribusi besar dalam dialog ini, yaitu kombinasi antara kemampuan militer dan sipil yang saling disepakati."

Topik lainnya yang akan disinggung Merkel adalah konflik antara Israel dan Palestina. Merkel sebagai ketua Dewan Kepresidenan Uni Eropa akan berupaya menciptakan kerangka bagi perundingan-perundingan baru, walaupun pada intinya tidak banyak berubah. Untuk itu diperlukan kesepakatan dengan Washington dan bantuan dari Kuartet Timur Tengah. Yang juga belum tuntas adalah sengketa mengenai program atom Iran yang tahun lalu menjadi alasan timbulnya silang-pendapat yang sengit. Ini mungkin akan terulang lagi, karena juru runding Iran, Ali Larijani mencanangkan kehadirannya.

Kekhasan konferensi yang diselenggarakan sejak tahun 1963, bukanlah hanya pidato-pidato resmi, melainkan sejumlah pembicaraan informal disela-sela perundingan yang diselenggarakan di hotel mewah "Bayerischer Hof". Di sana terdapat cukup banyak ruangan terpisah dengan permadani tebal, yang ibaratnya meredam rincian pembicaraan empat mata.

Di depan hotel ratusan polisi dikerahkan untuk menjaga agar pertemuan berjalan lancar. Konferensi di München ini memang tidak akan menghasilkan keputusan dan tidak menyelesaikan masalah, tetapi merupakan indikator, ke mana arah perkembangan konflik-konflik dalam soal politik keamanan.

Iklan