Konferensi Keamanan Internasional di München Berakhir | Fokus | DW | 12.02.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Konferensi Keamanan Internasional di München Berakhir

Menteri Pertahanan AS, Robert Gates, serukan peningkatan bantuan keuangan dan militer untuk Afghanistan

Menhan AS, Robert Gates

Menhan AS, Robert Gates

Pada pembukaan Konferensi Keamanan Internasional di München Sabtu lalu, Kanselir Jerman Angela Merkel mengimbau Iran untuk mau bekerjasama dalam penyelesaian sengketa program nuklirnya. Kepala juru runding Iran, Ali Larijani yang juga hadir dalam konferensi tersebut, menyatakan kesediaan Iran bekerjasama. Larijani mengatakan: „Kami secara jelas telah memaparkan, dalam doktrin keamanan kami tidak ada tempat bagi senjata nuklir atau kimia. Kami juga tahu, jika kami membuat senjata nuklir, maka negara-negara adidaya akan menempatkan senjata nuklirnya di negara-negara tetangga kami. Ini akan menimbulkan perlombaan senjata dan ini tidak kami inginkan. Selain itu kami khawatir, senjata semacam itu jatuh ke tangan teroris.“

Sementara itu kemarin, di Teheran dihadapan puluhan ribu warga yang memperingati hari Revolusi Islam di Iran, Presiden Iran Mahmud Ahmadinedjad kembali menyatakan, negaranya tetap akan melaksanakan program pengayaan uranium. Ahmadinedjad juga menegaskan bahwa Iran berhak memiliki energi nuklir. Namun dia juga mengemukakan, negaranya bersedia untuk berunding dengan dunia barat.

Kehadiran kepala juru runding Iran, Larijani di Konferensi Keamanan Internasional di München memang ditunggu dengan harapan tinggi, karena tanggal 20 Februari mendatang adalah batas waktu yang diberikan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa kepada Iran untuk mengakhir program atomnya. Jika tidak, maka sanksi yang sudah ada kemungkinan akan diperketat.

Hingga berakhirnya Konferensi Keamanana Internasional di München hari Minggu kemarin, kritik mendasar dari Presiden Rusia Wladimir Putin terhadap Amerika Serikat dan NATO, masih merupakan sorotan utama. Menteri Pertahanan Amerika, Robert Gates mengatakan: „Rusia adalah mitra kami, tetapi beberapa keputusan memang juga mengherankan kami, karena itu merupakan ancaman bagi stabilitas internasional. Misalnya, pasokan senjata dan upaya menyalahgunakan sumber energi sebagai senjata politik. Rusia tidak perlu takut pada demokrasi yang ada di dekat perbatasannya.“

Melalui itu, Gates menjawab kritik pedas Presiden Rusia terhadap perluasan NATO ke wilayah timur dan kritik atas rencana Amerika menempatkan sistem pertahanan antirudal di Eropa timur. Gates menambahkan bahwa Amerika Serikat tidak menginginkan perang dingin baru. Di hadapan para menteri luar negeri dan menteri pertahanan NATO di München, Gates menggarisbawahi misi utama aliansi tersebut, yaitu Afghanistan. Gates: „Kita harus mendukung komitmen kita di Afghanistan dengan uang dan tentara. Kegagalan di Hindukush adalah memalukan.“

Sementara Menteri Luar Negeri Jerman, Frank Wakter Steinmeier mengatakan adanya peluang perdamaian di Afghanistan. Selain itu Steinmeier juga melayangkan sinyal kritik ke Washington dan juga ke Jerman. Banyak orang Jerman yang masih berpikir, tanggung jawab internasional dalam kasus yang paling serius, berarti kehadiran militer. Sebaliknya di AS banyak orang yang menyadari bahwa demokrasi tidak dapat dipaksa melalui tindakan militer. Demikian Steinmeier.

Di hadapan sekitar 250 tokoh papan atas dunia untuk bidang keamanan yang hadir dalam konferensi tersebut, Steinmeier juga menyebutkan keterbatasan NATO untuk menyelesaikan masalah dunia yang beraneka ragam.