Konferensi Internet di Athena: Dunia Baru, Dunia Cyber Media | IPTEK: Laporan seputar sains dan teknologi dan lingkungan | DW | 04.11.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Konferensi Internet di Athena: Dunia Baru, Dunia Cyber Media

Tatanan dunia baru internet menjadi tema perdebatan Konferensi Internet di Athena, Yunani.

Rambu keamanan di internet

Rambu keamanan di internet

Sekitar 1500 pakar dari berbagai perusahaan, pemerintahan dan kelompok masyarakat datang ke Athena selama 3 hari untuk bertukar pikiran mengenai masalah keamanan, keanekaragaman dan pengadaan akses ke jaringan internet. Vinton Cerf dari Amerika Serikat yang dijuluki Bapak Internet adalah seorang tamu istimewa. Cerf mengatakan harus ditetapkannya sejumlah aturan internet untuk menghindari penyalahgunaan hak, kejahatan cyber media, spam-mail dan juga hak cipta pribadi. Untuk membahas semua masalah itu, diperlukan kerja sama antar negar. Demikian lanjut Cerf.

Trend saat ini adalah ditingkatkannya keamanan jaringan internet. Rusia dan Brasil bahkan menuntut administrasi jaringan internasional. Pihak perekonomian swasta lebih mengurus masalah perlindungan hak cipta. Apakah kita benar-benar memerlukan pengawas internet yang ketat, di Athena hal ini masih jadi perdebatan. Yang membuat internet menarik adalah karena jaringannya yang hampir tanpa batas. Menurut guru besar hukum sipil dari Universitas New Hampshire di Amerika Serikat, Mary Wong, tidak ada kebebasan dan hukum yang mutlak dalam internet.

Tidak hanya batasan peraturan tapi juga kendala bahasa menyulitkan akses bebas ke masyarakat informasi. Bahasa Inggris masih menjadi bahasa dunia di internet, bahkan istilah internet masih dikuasai Amerika Serikat. Claudio Menezes yang berasal dari Brasil, menguasai lima bahasa dan bekerja di UNESCO. Dalam konferensi Athena ia memimpin kelompok kerja keragaman bahasa di internet. Bahwa Bahasa Inggris merupakan bahasa tunggal di dunia internet dapat dimengerti Menezes, karena internet awalnya merupakan sebuah proyek ilmiah - yang beragam adalah kepentingan masyarakat. Tapi Menezes juga menekankan pentingnya kombinasi pengetahuan teknik dan keragaman bahasa. Sampai saat ini, dari sekitar 6.000 bahasa di dunia, 80 bahasa sudah terwakili di jaringan internet.