1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Konferensi Internasional di Kairo Cari Solusi Politik Bagi Libya

14 April 2011

Wakil PBB, Uni Eropa dan Liga Arab melakukan perembukan di Kairo, Mesir untuk mencari penyelesaian politik dalam konflik Libya. Sementara itu ibukota Libya, Tripoli kembali menjadi target serangan udara.

https://p.dw.com/p/RI1H
Sekjen PBB Ban Ki-moon, saat jumpa pers pada Pertemuan Internasional mengenai Libya di KairoFoto: AP

Kamis sore menjelang malam (14/4) saksi mata melaporkan adanya empat ledakan hebat di tenggara ibukota Libya, Tripoli. Ledakan terjadi di kawasan militer Bab al-Aziziya yang diduga sebagai tempat persembunyian penguasa Libya Muammar Gaddafi saat ini. Rangkaian ledakan tersebut dikatakat terjadi tidak lama setelah pesawat-pesawat tempur NATO terbang di langit ibukota Tripoli.

Sementara itu kelompok pemberontak mengatakan, sedikitnya 23 orang tewas dalam serangan roket pasukan Gaddafi di kota Misrata Kamis pagi (14/4). Jurubicara kubu pemberontak menerangkan, serangan itu sengaja ditargetkan pada warga sipil. Di antara korban tewas terdapat tiga warga Mesir. Kebanyakan korban adalah perempuan dan anak-anak.

Jurubicara pemberontak selanjutnya mengutarakan, warga Misrata terancam aksi pembantaian bila NATO tidak meningkatkan serangannya terhadap pasukan pemerintah. Misrata yang berada di pesisir Laut Tengah itu adalah kota terakhir yang dikuasai pihak pemberontak.

Libyen Explosion Regierungstruppe
Foto: picture alliance/dpa

Ban desak pasukan Gaddafi hentikan pendudukan

Dalam pertemuan mengenai Libya di Kairo yang dihadiri wakil dari PBB, Liga Arab dan Uni Afrika, Sekjen PBB Ban Ki Moon mengatakan: „Penduduk Misrata menderita karena sangat kekurangan obat-obatan, air dan pangan. Nasib warga asing dan pengungsi di kota itu juga sangat mengkhawatirkan kami."

Ban kembali mengetengahkan tuntutan PBB untuk penerapan gencatan senjata yang dapat diawasi, dan mendesak agar pasukan Gaddafi mengakhiri pendudukan kota-kota serta melindungi warga sipil dan melaksanakan embargo senjata.

Pemimpin kebijakan luar negeri Uni Eropa, Catherine Ashton menyatakan, rezim Gaddafi kehilangan legitimasi. Ia mengimbau pendukung diktator Libya itu: „Siapa saja yang termasuk dalam rezim ini punya pilihan. Mereka dapat melanjutkan dukungannya untuk melakukan penekanan brutal atau ikut serta dalam perubahan menuju demokrasi."

Genaralsekretär der Arabischen Liga Amr Mussa
Sekjen Liga Arab Amr MoussaFoto: AP

Liga Arab dukung perubahan ke arah demokrasi

Nada-nada baru Liga Arab mengenai isu ini masih terdengar agak janggal. Misalnya yang diutarakan sekretaris jenderal Amr Moussa hari Kamis (14/4): „KIta semua tahu tentang gerakan-gerakan kebebasan di negara-negara Arab. Hal itu menandai wilayah ini. Dan kami membela kebebasan berpendapat dan demokrasi."

Pertemuan bagi Libya itu digelar di markas besar Liga Arab. Di depan gedung Liga Arab di lapangan Tahrir terjadi bentrokan antara penentang dan pendukung Gaddafi yang saling melemparkan batu. Puluhan demonstran bersenjatakan pentungan terlibat dalam perkelahian. Sejumlah orang luka-luka.

Jürgen Stryjak/Christa Saloh

Editor: Rizki Nugraha