Konferensi Iklim Dibuka | dunia | DW | 07.12.2009
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Konferensi Iklim Dibuka

Sorotan dunia mengarah ke Kopenhagen. Sekitar 15 ribu anggota delegasi dan wartawan tumpah ruah di ibukota Denmark itu, mengikuti Konferensi Iklim Internasional.

default

Yvo de Boer

Genderang perang melawan pemanansan global ditabuh. Senin (07/12), di Kopenhagen, Denmark, konferensi iklim interansional yang diikuti 192 negara dibuka. Lebih dari dua belas hari, belasan ribu anggota delegasi akan merundingkan kesepakatan baru dalam memerangi pemanasan global.

Selain memfokuskan pada upaya pengurangan emisi gas rumah kaca, pertemuan ini juga dituntut untuk menghasilkan mekanisme pengucuran dana bantuan milyaran dollar yang ditujukan bagi negara-negara miskin, yang terkena bencana akibat perubahan iklim. Dana itu juga akan dimanfaatkan untuk membantu mereka mengurangi emisi karbondioksida.

Dalam pembukaan sidang, Sekjen Badan Perserikatan Bangsa Bangsa untuk urusan iklim UNFCCC Yvo de Boer menganalogikan pertemuan ini dengan masa menjelang akhir tahun, "Saat akhir tahun ini banyak orang sibuk mempersiapkan kue Natal. Dalam pikiran saya kue Natal yang ideal berlapis tiga, sebagaimana pertemuan ini. Pada bagian bawah, terdiri dari kesepakatan implementasi tindakan konkrit dari adaptasi, mitigasi, pendanaan, teknologi, REDD dan pembangunan kapasitas. Lapis kedua terdiri dari komitmen ambisius dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan tindakan. Termasuk juga dalam komitmen dalam implementasi pendanaan milyar Dollar untuk jangka waktu panjang. Lapis ketiga adalah bagaimana supaya target jangka panjang pengurangan laju pemanasan global dapat tercapai. Saya harap PM Denmark Lars Lokke Rasmussen sudah dapat meniup lilin kue ini Jumat pekan depan.“

Untuk itu Boer mengharapkan semua negara benar-benar mempunyai itikad yang kuat dalam menggolkan sasaran yang hendak dicapai dalam pertemuan bersejarah ini.

Sementara Menteri Lingkungan Jerman Norbert Röttgen menegaskan, "Kita memiliki keputusan konkrit. Masyarakat dunia harus berkomitmen, bahwa pemanasan global harus dibatasi tak boleh lebih dari dua derajad celsius, untuk mengamankan kehidupan kita yang mendasar.“

Sesuai dengan penelitian Dewan Iklim PBB IPCC, hingga tahun 2020, dibutuhkan pengurangan emisi gas rumah kaca, yang ditargetkan 25 hingga 40 persen. Namun dibutuhkan komitmen mengikat dari 192 negara agar target tersebut dapat tercapai. Sayangnya, masih banyak negara yang enggan untuk terikat dengan komitmen tersebut. Belum jelas juga bagaimana skema dana mitigasi bagi negara-negara miskin dan berkembang.

Namun Sekjen UNFCCC Yvo de Boer tak kunjung pupus harapan, di ujung pidatonya dalam pembukaan konferensi, sekali lagi ia mengajak: "Saya mengingatkan Anda untuk mambangun pencapaian, buka semua kemasan kebijakan yang sudah selesai dibahas, dan alihkan dengan tindakan!“

Dalam pertemuan puncak tanggal 18 Desember nanti, lebih dari 100 kepala negara dan pemerintahan akan hadir, para kepala negara dan pemerintahan Uni Eropa, Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Perdana Menteri Cina Wen Jiabao, dan PM India Manmohan Sing, tidak ketinggalan Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva.

AP/YF/afp/ap

Iklan