Konferensi Anti Teror Menteri Luar Negeri Uni Eropa | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 17.08.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Konferensi Anti Teror Menteri Luar Negeri Uni Eropa

Ini sebenarnya hanya bersifat simbolis. Menteri Dalam Negeri Uni Eropa yang lain ingin menunjukkan sikap solidaritas mereka terhadap kolega dari Inggris, John Reid.

Wolfgang Schäuble dan John Reid

Wolfgang Schäuble dan John Reid

Seperti yang sudah diduga sebelumnya, keputusan-keputusan yang jelas tidak akan ada. Tetapi mereka tengah mempersiapkannya. Seperti yang dikatakan Menteri Dalam Negeri Jerman Wolfgang Schäuble:

"Dalam waktu dekat kami ingin, khususnya bersama-sama, merancang sistem pemeriksaan terhadap penumpang pesawat. Karena itu pakar-pakar kami tengah berusaha menarik kesimpulan dari hasil penyelidikan Inggris.“

Dari perkataan Schäuble juga dapat disimpulkan bahwa segala bentuk cairan dilarang untuk dibawa dalam tas tangan dalam penerbangan Eropa. Sementara Menteri Dalam Negeri Inggris Reid mengungkapkan kemajuan yang ada dalam tiga hal: Negara-negara Uni Eropa ingin meneruskan penelitian terhadap bahan peledak cair, mereka ingin memperketat pengawasan Internet dan informasi dinas rahasia masing-masing negara akan dipertukar secara lebih intensif.

"Kami menghadapi ancaman teroris yang sama dan sebaiknya kami menghadapinya secara bersama pula.“ Demikian Reid.

Ia juga sekali lagi memohon maaf atas kekacauan yang terjadi di lalu lintas udara Eropa akibat pengetatan sistem pemeriksaan. Namun Reid juga menambahkan:

"Sangat disesalkan jika ada yang kehilangan koper mereka. Namun lebih disesalkan lagi jika seseorang kehilangan nyawa mereka.“

Komisaris Uni Eropa Franco Fratini mengatakan, Uni Eropa juga harus mengusahakan standar keamanan yang lebih tinggi pada bandar udara di luar Eropa. Karena itu ia juga menyambut usulan Prancis untuk membentuk kelompok anti teror Eropa yang secara fleksibel dapat diterapkan di negara-negara yang lain.

Bersamaan dengan pertemuan menteri dalam negeri Uni Eropa, perusahaan penerbangan British Airways mengumumkan bahwa mereka berharap mulai hari Jumat (18/08) mendatang, penerbangan mereka akan kembali berjalan dengan normal. Rabu (16/08) kemarin, British Airways kembali membatalkan 10 persen dari seluruh penerbangan yang ada di hari itu.

Yang hingga kini masih belum jelas adalah dua kasus yang terjadi di bandar udara London Gatwick. Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun berhasil melewati pemeriksaan keamanan dan memasuki pesawat tanpa tanda pengenal dan tiket pesawat. Selain itu, juga di Gatwick, seorang petugas kebersihan pesawat menemukan seorang pria di kabin pesawat yang seharusnya kosong. Menurut pria tersebut, ia tengah mencari dompetnya yang hilang. Kedua kasus tersebut hingga kini masih dalam tahap pemeriksaan. Namun para petugas meyakinkan, tidak ada bahaya yang terjadi akibat peristiwa tersebut.

Iklan