Komentar: Kesepakatan Nuklir AS-India | Fokus | DW | 03.03.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Komentar: Kesepakatan Nuklir AS-India

Amerika Serikat, yang dulu paling mendukung perjanjian non-proliferasi nuklir, sekarang mulai mengabaikan perjanjian ini.

Brahmos, roket India yang bisa mencapai Pakistan

Brahmos, roket India yang bisa mencapai Pakistan

Mungkin kesepakatan non proliferasi nuklir sekarang perlu diubah atau dihapuskan saja. Presiden George W. Bush menyetujui kesepakatan nuklir dengan India, sekalipun negara ini tidak pernah menandatangani kesepakatan non proliferasi. Bush bahkan merayakan kesepakatan dengan India sebagai 'kemitraan strategis’ yang baru.

Tentu saja India perlu energi. Reaktor listrik tenaga nuklir memang merupakan alternatif yang baik untuk mengatasi kebutuhan energi yang semakin tinggi. Tapi jangan lupa, India juga punya bom atom. Di masa lalu, hal ini sudah sering menimbulkan ketegangan dan kehhawatiran. 18 Mei 1947, India melakukan ujicoba bom atom yang pertama. Tetangganya Pakistan ikut mengembangkan senjata nuklir. Kedua negara sampai sekarang tidak ikut dalam kesepakatan non proliferasi.

Sampai saat ini, Amerika Serikat selalu menolak secara tegas kerjasama nuklir dengan kedua negara. Kesepakatan nuklir yang baru dengan India menunjukkan perubahan mendasar dalam politik nuklir Amerika Serikat. Memang Inggris dan Perancis memuji kesepakatan yang baru. Ketua Badan Energi Atom Internasional IAEA, Mohamad el-Baradei, juga menyatakan puas. Tapi ini tidak mengubah fakta, ada perubahan mendasar. Jadi, ada sesuatu yang lain dibalik alasan-alasan resmi yang dikemukakan Amerika Serikat dan India tentang kesepakatan nuklir.

Yang jadi perhatian lagi-lagi Iran. Amerika Serikat misalnya mencoba membujuk India agar membatalkan proyek pembangunan saluran gas bernilai miliaran dengan Iran. Sampai sekarang, India tidak memenuhi permintaan Amerika Serikat. Tapi India dengan cerdik memanfaatkan situasi. Masalahnya: bagaimana Amerika Serikat sekarang bisa melancarkan kampanye menentang program nuklir Iran? Iran sejak dulu sudah menandatangani kesepakatan non proliferasi. Tapi Iran juga mendukung posisi India yang tidak ikut dalam perjanjian itu.

Memang suatu kebetulan, bahwa kesepakatan nuklir dengan India dicapai ketika sengketa dengan Iran mencapai puncaknya. Tapi tetap saja, tindakan Amerika Serikat tidak bisa dilepaskan dari konteks ini. Dalam jangka menengah sampai jangka panjang, hal ini bisa menggagalkan perjanjian non-proliferasi nuklir.

  • Tanggal 03.03.2006
  • Penulis Peter Philipp
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CJeB
  • Tanggal 03.03.2006
  • Penulis Peter Philipp
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CJeB