1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Benjamin Netanyahu dan Naftali Bennett
Benjamin Netanyahu dan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett berjabat tangan setelah pemungutan suara (13/06)Foto: Ronen Zvulun/REUTERS

Koalisi Menang, Naftali Bennett Jabat Perdana Menteri Israel

14 Juni 2021

Parlemen Israel, Knesset, menyetujui koalisi delapan partai dan mengesahkan Naftali Bennett sebagai pengganti Benjamin Netanyahu yang telah berkuasa selama 12 tahun.

https://www.dw.com/id/koalisi-menang-naftali-bennett-jabat-perdana-menteri-israel/a-57877521

Anggota parlemen Israel pada Minggu (13/06) mengeluarkan mosi percaya untuk pembentukan pemerintah yang diusung koalisi delapan partai politik. Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri 12 tahun kekuasaan Benjamin Netanyahu sebagai Perdana Menteri Israel.

Sebanyak 60 dari 120 anggota majelis memberikan suara mendukung pemerintahan baru, 59 anggota menentangnya, dan satu suara abstain. Setelah pemungutan suara, Naftali Bennett resmi dilantik sebagai perdana menteri menggantikan Benjamin Netanyahu.

Nantinya setelah dua tahun berkuasa sebagai perdana menteri, posisi Bennett akan digantikan oleh pemimpin Partai Yesh Atid, Yair Lapid. Knesset Israel juga memilih Mickey Levy dari Partai Yesh Atid untuk menjadi ketua parlemen barunya, menggantikan Yariv Levin dari Partai Likud.

Pidato kabinet pertama Bennett

Bennett membuka pertemuan pertama kabinetnya yang baru dilantik pada Minggu (13/06). "Warga Israel semua melihat kami sekarang, dan beban pembuktian ada pada kami," katanya. "Agar proses luar biasa ini berhasil, kita semua harus tahu untuk menahan diri dalam masalah ideologis."

Perdana Menteri Alternatif Yair Lapid mengatakan dalam sambutan singkatnya bahwa "persahabatan dan kepercayaan" menjadi dasar pemerintahan mereka dan itulah yang akan membuatnya tetap berjalan.

Momen-momen penting sebelum pergantian kekuasaan

Emosi memuncak selama sesi khusus Knesset pada Minggu (13/06) menjelang pemungutan suara.

Bennett berjanji bahwa koalisinya "mewakili seluruh Israel" dan mengatakan bahwa pemerintah koalisi akan membuka babak baru dalam hubungan antara negara dan warga Arab Israel.

Betzalel Smotrich berteriak
Politisi sayap kanan Betzalel Smotrich adalah salah satu politisi yang meluapkan emosinya selama sesi khusus KnessetFoto: Ariel Schalit/AP Photo/picture alliance

Bennett berterima kasih kepada Netanyahu atas peran yang dimainkan dalam proses ini. Dia juga bersumpah bahwa pemerintahan koalisi akan menentang kesepakatan baru tentang program nuklir Iran, dengan mengatakan: "Israel tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir."

Sementara itu, Netanyahu, pemimpin Partai Likud selama pidatonya bersumpah "oposisi Israel akan memiliki suara yang kuat dan jelas."

"Jika takdir kami menjadi oposisi, kami akan melakukannya dengan kepala tegak sampai kami menjatuhkan pemerintahan yang buruk ini, dan kembali memimpin negara dengan cara kami," tambah Netanyahu.

Benjamin Netanyahu dan Naftali Bennett
Benjamin Netanyahu dan Naftali Bennett menyampaikan pidato di Knesset pada Minggu (13/06)

Ketua Partai Islam Raam di parlemen Israel, Mansour Abbas, mengatakan bahwa partainya membuat pengorbanan besar demi konstituennya dan akan mencoba "untuk mengedepankan dialog yang akan membawa hubungan yang lebih baik, baru, berprinsip untuk semua warga negara: Yahudi dan Arab."

Reaksi para pemimpin dunia

"Saya mengucapkan selamat kepada Perdana Menteri Naftali Bennett, Perdana Menteri Pengganti dan Menteri Luar Negeri Yair Lapid, dan semua anggota kabinet baru Israel," kata Presiden AS Joe Biden dalam sebuah pernyataan yang dirilis tak lama setelah pemungutan suara.

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett menjawab, "Terima kasih Tuan Presiden! Saya berharap dapat bekerja sama dengan Anda untuk memperkuat hubungan antara kedua negara kita."

"Jerman dan Israel terhubung oleh persahabatan unik yang ingin kami perkuat lebih jauh. Dengan pemikiran ini, saya berharap dapat bekerja sama dengan Anda," kata Kanselir Jerman Angela Merkel dalam pesan yang ditujukan kepada Bennett dan dibagikan oleh juru bicaranya Ulrike Demmer di Twitter.

Fawzi Barhoum, juru bicara kelompok militan Hamas Palestina yang berbasis di Gaza, mengatakan bahwa perubahan pemerintah tidak akan mengubah cara Hamas memandang Israel.

Israel rayakan kemenangan koalisi

Di luar gedung Knesset, ratusan orang yang menyaksikan pemungutan suara di layar lebar bertepuk tangan ketika pemerintah baru disetujui.

Warga Israel bersuka cita
Warga Israel menuju ke Rabin Square di Tel Aviv untuk merayakan berakhirnya 12 tahun masa jabatan NetanyahuFoto: Corinna Kern/REUTERS

Di Rabin Square Tel Aviv, massa penentang Netanyahu bersorak sorak-sorai merayakan pergantian pemerintahan. Sebelumnya dalam beberapa hari terakhir, mereka berunjuk rasa dengan membawa plakat "Bye bye Bibi" yang ditujukan kepada Netanyahu.

ha/rap (Reuters, AFP, AP, dpa)