Koalisi Besar di Ceko? | dunia | DW | 04.06.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Koalisi Besar di Ceko?

Tidak ada fraksi yang menguasai mayoritas mutlak di parlemen Ceko. Akankah Berlin jadi inspirasi untuk mencari solusi?

Perdana Menteri Jiri Paroubek, pimpinan kubu Sosial Demokrat Ceko

Perdana Menteri Jiri Paroubek, pimpinan kubu Sosial Demokrat Ceko

Sesuai hasil akhir pemilu parlemen akhir pekan lalu, partai oposisi utama Demokrat Sipil ODS menjadi kekuatan terbesar dalam parlemen baru dan memenangkan 81 dari 200 kursi. Namun demikian, kekuatan ODS hanya terpaut 7 kursi dari demokrat sosial, pimpinan PM Jiri Paroubek. Dan untuk membentuk pemerintahan, ODS tergantung pada mitra koalisi. Baik pemimpin konservatif maupun sosial demokorat pernah menolak kemungkinan koalisi besar, tetapi apa yang terjadi di Berlin menunjukkan, semuanya bisa saja terjadi.

Orang nyaris bisa mengatakan, apa yang pernah terjadi di Jerman terulang di Ceko. Pada malam berakhirnya pemilu, pemimpin pemerintahan dari sosial demokrat tampil dan menolak mengakui kekalahan. Ia melontarkan tuduhan ke kubu konservatif dan bersikeras mempertahankan jabatannya. Itu terjadi di Berlin September lalu, dan di Praha, Sabtu lalu. Gerhard Schroeder-nya Ceko itu bernama Jiri Paroubek. Kubu sosial demokrat yang dipimpinnya hanya memperoleh tempat kedua, tapi dengan hasil terbaik yang pernah dicapai partainya. Memang Paroubek mengaku kalah keesokan harinya, Minggu (04/06), namun tak terpikir oleh dia untuk mundur dari jabatan.

"Saya pikir hal itu sangat sulit. Orang kan tidak bisa begitu saja mengharapkan ketua partai mundur, ketua yang telah mencapai kesuksesan terbesar dalam sejarah sosial demokrat."

Paroubek mengulang tuduhan yang ia lontarkan Sabtu malam. Bahwa konservatif, dengan bantuan media, melancarkan kampanye negatif terhadap dirinya: korupsi, kekerasan seksual, pembunuhan politis. Tuduhan-tuduhan tidak masuk akal dan sampai sekarang tidak ada satupun yang bisa dibuktikan, kata Paroubek. Walau begitu, lanjut Paroubek, ia tetap memenangkan pemilu.

Pemenang yang sesungguhnya adalah kubu konservatif dari partai oposisi utama, ODS. Tapi mereka juga tidak bisa bergembira ria sepenuhnya. Mereka tetap tak bisa membentuk pemerintahan, walau berkoalisi dengan mitra pilihannya, kristen demokrat dan partai hijau.

Sementara itu diperkirakan, presiden Ceko akan menugaskan ketua partai konservatif utnuk menyusun pemerintahan, hari Senin ini (05/06). Karena itulah orang di Praha melemparkan pandang ke Berlin, dimana koalisi besar kini memerintah Jerman. Jika kemarin yang terdengar adalah pernyataan bermusuhan, maka hari ini bisa saja nada perdamaian, juga dari ketua partai konsevatif Topolanek. Ia akan mengajak bicara semua partai, kecuali komunis.

"Hal itu sama sekali bukan masalah dan kami juga ingin berunding dengan kubu sosial demokrat, jika memang begitu jalannya dan jika kami memerlukan dukungan."

Koalisi besar dari konservatif dan sosial demokrat, jika hal itu merupakan salah satu opsi, jelas merupakan yang tersulit. Kedua partai berada di arah yang berbeda. ODS juga konservatif dalam politik ekonomi dan segala sesuatu yang menyangkut negara. Misalnya, mereka ingin melakukan perubahan radikal dalam sistem perpajakan, tunjangan sosial juga aparatur negara. Sebaliknya, sosial demokrat ingin mempertahankan bentuk negara sosialis.

Apakah jurang yang lebar itu bisa dijembatani? Mungkin bisa terbantu dengan menengok apa yang terjadi di Berlin. Pengamat politik menyarankan agar para pucuk pimpinan partai melakukan perundingan. Topolanek menyatakan siap.

"Sebelum pemilu saya sudah menyatakan dengan jelas, jika kami tidak mememangkan pemilu dan tidak bisa membentuk pemerintahan, maka saya akan menyerahkan jabatan saya. Hal itu masih berlaku. Itu kan hal yang biasa dalam dunia politik. Standarnya adalah sebelah barat perbatasan kita, dimana Tuan Schröder melakukan hal yang sama."

Namun sejauh ini PM Paroubek belum kelihatan akan mengikuti langkah tersebut. Tapi barangkali juga ia lanssung menelefon petugas pemilunya kenalannya, yang pekan lalu beberapakali mengunjungi Ceko. Pria yang selalu ia panggil dengan nama depan, hal yang di barat mencirikan kedekatan. Gerhard, Gerhard Schröder.

Iklan