Berkarya Tanpa Batas: Kisah Seorang Jurnalis Tunanetra | SOSBUD: Laporan seputar seni, gaya hidup dan sosial | DW | 16.10.2020

Kunjungi situs baru DW

Silakan kunjungi versi beta situs DW. Feedback Anda akan membantu kami untuk terus memperbaiki situs DW versi baru ini.

  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosbud

Berkarya Tanpa Batas: Kisah Seorang Jurnalis Tunanetra

"Pada waktu itu saya berdoa kepada Tuhan, semoga hidup saya tak lama," kata jurnalis Cheta Nilawaty. Perempuan berhijab itu kehilangan penglihatannya sejak tahun 2016 di usia 34 tahun. Walau demikian Cheta telah membuktikan bahwa tak ada yang dapat membatasinya dalam menjalani profesinya sebagai wartawan, termasuk penglihatannya yang hilang.

Tonton video 03:49