Ketika Balkon Menjadi Lokasi Akad Nikah di Masa Corona | SOSBUD: Laporan seputar seni, gaya hidup dan sosial | DW | 16.04.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Wabah Corona

Ketika Balkon Menjadi Lokasi Akad Nikah di Masa Corona

Sejak lockdown diberlakukan di banyak tempat karena virus corona, balkon menjadi tempat penting untuk berbagai kegiatan. Juga untuk melangsungkan akad nikah.

Cincin kawin

Foto ilustrasi pernikahan

Setelah penerapanlockdown di Spanyol untuk meredam penyebaran Covid-19, Jose dan Deborah yang tinggal di Arnedo memutuskan untuk melangsungkan pernikahan mereka di balkon. Mereka saling bertukar janji pernikahan, diiringi tepuk tangan meriah para tetangga yang juga menontonnya dari balkon dan jalan. Spanduk-spanduk bergantungan di pagar balkon atau digantung keluar jendela.

Walikota Javier Garcia tidak mau ketinggalan menghadiri pernikahan itu, dan secara simbolis meresmikan pernikahan mereka dari pinggir jalan di bawah gedung apartemen mereka, dengan mobil yang dilengkapi pengeras suara. Drone digunakan untuk mengabadikan momen bahagia tersebut.

Spanyol menerapkan lockdown sejak 14 Maret, dan sekarang mulai melakukan pelonggaran secara bertahap.

Pernikahan di balkon marak

Pernikahan di balkon tampaknya menjadi tren di berbagai negara, termasuk AS, Lebanon dan Israel.

Di AS, pernikahan di balkon antara lain digelar di episenter Covid-19 di kota New York. Sejak 20 Maret lockdown diberlakukan di New York City. Kali ini, petugas pernikahan yang berdiri di balkon pada lantai 5 dan membacakan dengan lantang penyelenggaraan akad nikah. Kedua calon mempelai berdiri di tepi jalan. Penonton di balkon dan jendela di sekitarnya bersorak dan bertepuk tangan mengucapkan selamat.

Virus corona telah menginfeksi lebih 600.000 dan menewaskan lebih dari 26.000 orang di AS, sekitar separuh korban meninggal berasal dari wilayah New York.

Sementara di Miami, Benjamin Katz, 35, dan Jamie Webner, 36, akhirnya memutuskan untuk mengadakan pernikahan di balkon pada awal April. Mereka terpaksa membatalkan rencana acara pernikahan besar yang sudah direncanakan sejak lama. Karena virus corona, mereka akhirnya melakukan pernikahan dengan hadirin virtual. 150 orang "menghadiri” pernikahan mereka secara online lewat aplikasi Zoom.

Saudara perempuan Jamie Webner memimpin acara tersebut setelah mendapat sertifikasi online untuk menikahkan kedua perempuan. Tetangga mereka bertindak sebagai saksi dari balkonnya, sekitar 5 meter jauhnya dari balkon pasangan mempelai.

Tamu-tamu yang menghadiri pernikahan virtual itu datang dari dalam dan luar negeri.

 

Israel

Banyak pasangan di Israel melaksanakan pernikahan dadakan di jalan, di balkon, di atap rumah dan bahkan di sebuah supermarket pada 15 Maret, sehari setelah pemerintah membatasi pertemuan maksimal hanya 10 orang, harian The Times of Israel melaporkan.

Di Yerusalem, puluhan tamu berpesta, bernyanyi dan menari dari balkon mereka masing-masing dan menghadap ke halaman untuk merayakan pernikahan sepasang pengantin baru.

 

Di tempat lain, orang-orang mengelu-elukan pasangan yang menikah dari balkon mereka dan menyanyikan lagu Shevet Ahim Veahot, tulis The Jerusalem Post.

Lebanon

Sebuah video dari Lebanon yang dibagikan lewat Twitter menunjukkan pernikahan bertema virus corona.

Dalam video itu, dua pria dengan pakaian pelindung diangkat dengan crane ke balkon untuk mendatangi calon mempelai wanita.

Mempelai pria kemudian memanjat ke balkon, melepaskan masker dan baju pelindungnya lalu berlutut di hadapan pasangannya. Dari jauh penonton pun bertepuk tangan riuh.

Pernikahan balkon memang menjadi hiburan sekaligus penghiburan bagi banyak orang di masa pembatasan sosial dan lockdown. (hp/as)

Laporan Pilihan