Ketidakpedulian Amerika terhadap Islam | dunia | DW | 11.10.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Ketidakpedulian Amerika terhadap Islam

Teror adalah aksi perang. Teroris bukan hanya memerangi Amerika, namun juga memerangi peradaban manusia. Mereka tidak menghormati kehidupan ataupun nilai-nilai demokrasi.

Pernyataan ini bukan berasal dari Presiden Amerika Serikat George W. Bush, melainkan pernyataan mantan Presiden Amerika Ronald Reagan. Pada awal tahun 80an, Presiden Reagan menyatakan terorisme sebagai masalah dunia dan mewujudkan politik nasional anti teror di Amerika.

Setelah bertahun-tahun, dokumen-dokumen dengan tingkat kerahasiaan tinggi milik pemerintah Amerika saat ini bisa diperoleh. Wolfgang Schwanitz, sejarawan bidang Arab dan Timur Tengah mempelajari dokumen dokumen tersebut dan menarik kesimpulan yang mengejutkan, yaitu samapi terjadinya serangan 11 September, pemerintah Amerika Serikat buta akan kemungkinan adanya keterkaitan antara terorisme dan kelompok islam radikal. Padahal, aksi aksi teror anti Amerika lebih sering terjadi di negara negara Islam.

Menurut Schwanitz, pembahasan sesungguhnya mengenai Islam dan ideologi yang yang mengacu pada agama Islam tidak disadari oleh Amerika hingga kini. Sejarawan asal Jerman yang sejak 6 tahun tinggal dan bekerja di Amerika ini juga berbicara mengenai sikap tidak mau tahu pemerintah Amerika mengenai Islam dan semakin dipolitisasinya agama Islam.

Schwaitz menyebutkan beberapa alasan mengapa di Amerika Serikat tidak ada pedoman yang jelas mengenai penanganan politik Islam dan perbedaan arusnya. Begitu pula sampai tahun 2001 pola pemikiran Amerika Serikat didominasi oleh perang dingin. Negara-negara Islam di Arab sebagian didukung dan sebagain lainnya diperangi, tergantung berapa besar Amerika Serikat bisa mendapat keuntungan. Alasan lain ditemukan Schwanitz dalam sejarah dan konstitusi Amerika Serikat.

Praktek Islam, menurut Schwanitz adalah pengalaman langsung Amerika dalam menempatkan pasukannya di Afganistan dan Irak. Dua negara, dimana Islam menentukan pola kehidupan dan pemikiran rakyatnya. Pasca perang Irak, Amerika berpotensi melakukan kesalahan karena sampai sekarang tidak memahami jiwa Islam lebih jauh. Padahal sebenarnya justru bagi George W. Bush, agama memainkan peranan besar. Setidaknya agamanya sendiri.

Iklan