Ketentuan Keamanan Baru di Stadion Italia | Seri Uni Jerman | DW | 06.02.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Seri Uni Jerman

Ketentuan Keamanan Baru di Stadion Italia

Di stadion yang belum memenuhi standar keamanan, penonton tidak diijinkan lagi.

Upacara pemakaman Filippo Raciti hari Senin (05/02)

Upacara pemakaman Filippo Raciti hari Senin (05/02)

Aturan baru ini dikeluarkan menyusul kerusuhan yang menewaskan seorang polisi. Insiden tersebut sempat menyulut debat luas tentang kekerasan di stadion-stadion Italia. Ada yang mengusulkan agar liga sepakbola dihentikan sampai satu tahun. Ada yang minta agar kegiatan sepakbola dilanjutkan seperti biasa. Pada akhir rapat khusus yang diselenggarakan hari Senin (05/02) akhirnya ditemukan kompromi: Pertandingan sepakbola tidak dihentikan sama sekali, tetapi pertandingan itu hanya boleh dilaksanakan dengan penonton di stadion-stadion yang sudah memenuhi standar keamanan.

Menteri Dalam Negeri Italia Giuliano Amato, sebagai pejabat yang berwenang soal keamanan dan ketertiban nasional, menjelaskan keputusan rapat khusus itu:

„Di Stadion, yang tidak memenuhi tuntutan keamanan sesuai undang-undang yang berlaku, pertandingan dilakukan tanpa penonton. Jadi pertandingan dengan penonton hanya dilakukan di stadion yang memenuhi standar itu. Di stadion lain, bisa dilakukan pertandingan tapi tidak dengan penonton.“

Klub-klub sepakbola boleh bernapas lega. Tadinya dikhawatirkan, putaran liga Italia akan dihentikan sama sekali. Sekarang, putaran liga utama bisa dilanjutkan. Walaupun sebagian besar pertandingan sepakbola akan dilakukan tanpa sorak-sorai penonton.

Menurut laporan media Italia, hanya 6 stadion di liga utama yang memenuhi standar keamanan. Yaitu stadion di Roma, Turin, genua, Palermo, Siena dan Messina. Stadion-stadion lainnya, termasuk stadion Catania, lokasi kerusuhan berdarah yang menewaskan seorang polisi akhir minggu lalu, belum dilengkapi dengan sistem pengawasan elektronik lewat video maupun kontrol elektronik di pintu masuk. Perangkat elektronik di pintu masuk penting, karena tiket dikeluarkan dengan nama pembeli, dan pemegang tiket harus menunjukkan kartu identitas ketika masuk stadion. Melalui prosedur ini, setiap penonton yang masuk stadion terdata identitasnya. Tentu saja, kalau sitem pengawasannya dilakukan dengan konsisten.

Sistem pengawasan ini sudah ditetapkan sejak dua tahun lalu. Sayangnya, banyak klub yang minta kekecualian karena belum melengkapi stadion dengan perangkat elektronik yang diperlukan. Dan setiap kali, ijin kekecualian ini juga diberikan oleh departemen olahraga. Sekarang, menteri Olahraga Giovanna Melandri menegaskan, tidak ada kekecualian lagi.

Juga polisi dan pengawas keamanan stadion diberi kewenangan lebih jauh untuk menangani masalah kekerasan di stadion. Seseorang yang diketahui pernah terlibat aksi kekerasan, bisa dilarang masuk stadion, walaupun dia belum pernah kekerasan di dalam stadion. Sikap tegas juga akan diberlakukan pada mereka yang masih di bawah umur dan menurut undang-undang belum bisa dipenjara. Kebijakan ini diambil karena menurut pemeriksaan, aksi kekerasan stadion sering dilakukan oleh kelompok muda yang menurut hukum masih di bawah umur.

Asosiasi Sepakbola Italia sampai sekarang belum memutuskan, kapan putaran liga akan dimulai lagi. Banyak klub berharap, liga sepakbola sudah bisa bergulir lagi minggu depan.