Kerja Keras Penelitian Di Bayat, Dibayar Sensasi Sunset di Pantai Indrayanti | BLOG: Eropa menurut warga Indonesia dan Indonesia di mata warga Eropa | DW | 26.07.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Blog

Kerja Keras Penelitian Di Bayat, Dibayar Sensasi Sunset di Pantai Indrayanti

Akhirnya saya tiba di stasiun penelitian lapangan Universitas Gadjah Mada (UGM) di Bayat, Klaten. Malam pertama kuhabiskan antara lain dengan menulis blog bagian pertama. Inilah cerita lanjutannya. Oleh Felix Fahrenbach.

Hari Kamis pagi, tepat jam delapan dimulai program Filed Camp, tentu saja diawali dengan program obligatoris: foto bersama. Lalu dengan penuh motivasi, dilengkapi beberapa elektroda dan sebuah pertanyaan riset, saya dan tim pertama kalinya memasuki lapangan penelitian.

Anggota tim kami berasal dari beragam latar belakang. Ada 3 mahasiswa Jerman, 2 mahasiswa Indonesia dan masing-masing 1 mahasiswa dari Jepang dan Malaysia.

Geo-Projekt in Indonesien (privat)

Felix Fahrenbach

Selama empat hari ke depan kami akan sibuk melakukan pengukuran dan analisa geoelektrik. Apa itu? Prinsipnya begini: melalui dua elektroda yang ditanam di bawah permukaan tanah akan dialirkan listrik. Lalu di tempat lain diukur ketegangan antara dua elekroda lain.

Jangan khawatir, saya tidak akan menerangkan secara rinci bagaimana letak elektroda-elekroda harus ditentukan dalam suatu skema geometris sesuai prinsip-prinsip fisika yang berlaku, namun singkatnya: Tujuan kegiatan ini adalah membuat empat peta irisan bawah tanah.

Empat hari mengukur, mendata, presentasi

Tim kami cepat menjadi hangat. Kami bisa saling memahami yang lain dan mengalami banyak hal menyenangkan, kondisi ideal untuk melakukan penelitian. Sehingga pada akhir kegiatan ini kami dapat mempresentasikan hasil penelitian wilayah ini dengan baik. Selama penelitian lapangan, kami juga sering bertemu dengan penduduk setempat, yang tertarik dengan apa yang kami lakukan, ramah dan selalu siap membantu.Tertawa mereka sering menjangkiti kami. Jadi banyak sekali yang membuat foto, dan sesekali kami harus menghentikan kegiatan sebentar.

Selama empat hari kami giat melakukan pengukuran dan mengumpulkan data-data lapangan. Kerjasama tim makin hari makin baik dan kegiatan pengukuran jadi makin lancar. Sehingga kami selalu punya cukup waktu untuk menganalisa data kami dan membuat presentasi dari hasilnya. Selain kegiatan lapangan, setiap hari ada dua ceramah ilmiah yang termasuk dalam program.

penelitian lapangan, Indonesia, geologi

Peserta proyek penelitian lapangan

Sekalipun kami bekerja dengan efektif, makin hari rasanya siang dan malam makin singkat, lingkaran gelap di sekitar mata makin dalam dan diskusi kelompok makin intensif. Ini tidak hanya dialami oleh kelompok kami, melainkan oleh tujuh kelompok lain. Ada lima tim yang melakukan analisa situasi air tanah lokal, dua tim yang lain meneliti struktur geologi dan resikonya. Hari Senin malam, semua kelompok bekerja penuh konsentrasi untuk melakukan analisa data terakhir dan menyiapkan presentasi akhir.

Setelah malam yang terasa sangatn panjang, akhirnya hari Selasa semua tim mempresentasikan hasil-hasil penelitian mereka. Empat jam lamanya kami mengikuti dengan penuh perhatian pemaparan hasil-hasil penelitian dan mempresentasikan hasil dari tim kami. Setelah hari-hari yang menguras tenaga itu, tentu saja kami butuh semacam imbalan. Jadi kami ramai-ramai pergi belanja ke toko batik dekat tempat itu, yang kami tinggalkan hampir dalam keadaan kosong. Empat hari penelitian lapangan rasanya berlalu sangat cepat. Selasa malam kami kembali membereskan barang-barang ke dalam koper.

Masuk keluar gua, sensasi matahari terbenam di pantai

Bagi kami mahasiswa Jerman, kegiatan Field Camp adalah kegiatan terakhir, jadi kami langsung memasuki masa liburan. Ternyata kiburan dimulai dengan kegiatan spektakuler, yaitu berkunjung ke gua kapur. (foto artikel) Karena kedalaman air di dalam gua terlalu tinggi untuk dilewati dengan berjalan kaki, kami menyeberangi gua dengan bantuan ban. Pada prinsipnya, ini seperti bermain luncuran yang sangat panjang, memang dalam kecepatan sangat rendah, maksudnya, kami bergerak lambat-lambat. Tapi dengan demikian saya bisa mengagumi struktur dan formasi gua yang mengesankan, yang dibentuk oleh kekuatan air. Lalu saya bisa mencoret satun hal lagi dari daftar To-do saya, hal-hal yang ingin saya lakukan: meloncat dari sebuah batu ke dalam air dan berenang dalam gua kapur. Setelah menikmati kesejukan dalam gua, kami pun bergerak menuju ke arah laut menuju Pantai Indrayanti.

Hal pertama yang saya lihat dan dengar ketika mendekat pantai adalah ombaknya. Tentu saja saya langsung mengenakan celana renang dan masuk ke air. Saya segera menyadari, bakal menyenangkan, Karena di samping arus balik ombak-ombak besar, masih ada arus air lain, yang membawa kita menyusur sepanjang pantai. Sbeelum matahari terbenam, kami cepat-cepat ke laur dari air dan naik ke sebuah karang besar.

Indahnya pemandangan laut menjelang matahari terbenam membuat kita menahan napas. Langit berubah warna darin biru menuju merah-oranye yang indah, lalu menjadi gelap. Benar-benar gelap yang pekat, sehingga kami bisa melihat gugus bintang di langit dengan mata telanjang. Benar-benar pengalaman penutup hari yang mengesankan.

penelitian lapangan, Indonesia, geologi

Menjelang terbenam matahari di Pantai Indrayanti

Setelah tidur sekitar tiga jam, saatnya tiba menaiki bis yang membawa saya ke Jawa Timur. Perjalanan berlangsung selama delapan jam, tapi sayang saya tidak bisa bercerita banyak tentang itu, karena hampir sepanjang perjalanan saya tertidur. Saya akhirnya tiba di tujuan, sebuah instalasi pembersihan air dari perusahaan Danone, salah satu sponsor program penelitian lapangan kami.

Selain Danone, program kami didukung oleh UGM, RWTH Aachem, Lembaga Pertukaran Akademik Jerman DAAD, Kementerian Pendidikan dan Riset jerman BMBF dan Asosiasi Geosains Aachen VAG. Pada kesempatan ini saya atas nama kelompok kami ingin mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung program ini.

Ketika baris-baris ini ditulis, seluruh program lapangan kami mencapai tahap akhir, tapi masih ada satu acara puncak dalam agenda kami: Kunjungan ke Gunung Bromo dan menyaksikan matahari terbit. Karena seri blog saya berakhir di sini, saya sayangnya tidak bisa berbagi pengalaman hebat itu dengan kalian.

Tapi sekarang, saya harus cepat-cepat menuju tempat tidur, supaya masih sempat tidur satu atau dua jam. Terimalah salam hangatku.

Dari Felix

**DWNesiaBlog menerima kiriman blog tentang pengalaman unik Anda ketika berada di Jerman atau Eropa. Atau untuk orang Jerman, pengalaman unik di Indonesia. Kirimkan tulisan Anda lewat mail ke: dwnesiablog@dw.com. Sertakan 1 foto profil dan dua atau lebih foto untuk ilustrasi. Foto-foto yang dikirim adalah foto buatan sendiri.