Keputusan Bubar Untuk Thai Rak Thai | dunia | DW | 31.05.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Keputusan Bubar Untuk Thai Rak Thai

Bagi mantan perdana menteri Thailand Thaksin Shinawatra dan lebih dari 100 tokoh politik partainya tertutup peluang memegang semua jabatan politik sedikitnya untuk lima tahun.

Pimpinan Thai Rak Thai meninggalkan pengadilan di Bangkok

Pimpinan Thai Rak Thai meninggalkan pengadilan di Bangkok

Mahkamah konstitusi di Bangkok memutuskan partai yang didirikan Thaksin, Thai Rak Thai bersalah dalam manipulasi pemilu dan memerintahkan pembubarannya. Anggota bekas partai pemerintah itu dalam pemilihan parlemen yang dinyatakan tidak sah tahun lalu guna memperbesar peluangnya, membayar partai-partai kecil untuk memasang kandidatnya sehubungan boykot pemilu yang dilakukan partai oposisi.

Sebelumnya ke-9 hakim mahkamah konstitusi memutuskan partai tertua Thailand, Partai Demokrat bebas dari hampir semua tuduhan kecurangan dalam pemilihan. Meskipun demikian sejumlah tokoh politik partai yang dulunya partai oposisi ini harus mempertanggunjawabkan pemalsuan daftar anggotanya. Partai demokrat menyambut lega keputusan tersebut. Chorn Chattikavanji wakil ketua partai mengatakan di televisi

“Sejak awal kami sudah yakin kami tidak bersalah. Saya mengakui, kami agak cemas, terutama sejak kami mengetahui bahwa pimpinan militer tampaknya berniat melemahkan kelompok politik.”

Sementara bagi Thai Rak Thai keputusan pembubaran bekas partai pemerintah itu mengejutkan. Ketuanya saat ini Chaturon Chaisaeng menyerukan kepada sekitar 14 juta pendukung partai itu untuk bersikap tenang

“Kami akan tetap bertahan pada ideologi dan politik partai kami. Oleh sebab itu di orang-orang yang hendak memilih partai ini tetap dapat melakukannya di masa depan. Dan diharapkan terdapat cukup orang yang dapat memimpin negara ini.“

Keputusan mahakamah tersebut sudah ditunggu dengan tegang sejak beberapa hari. Ribuan aparat keamanan ditarik ke ibukota Bangkok, karena diduga akan terjadi demonstrasi pendukung partai Thai Rak Thai. Bulan Desember mendatang di Thailand akan kembali berlangsung pemilihan umum dan diharapkan membawa negara itu kembali ke demokrasi setelah kudeta militer September tahun lalu. Partai yang didirikan mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra memenangkan pemilu dengan suara mayoritas tahun 2001 dan sangat populer di Thailand. Dengan berbagai program Thaksin berupaya memperbaiki situasi kehidupan rakyat miskin. Para kritisi menuduhhya membeli suara dengan cara memberi hadiah selama pemilu. Sementara itu dalam pernyataaan yang disampaikan pengacaranya Thaksin Shinawatra meminta pendukung Thai Rak Thai menerima keputusan pembubaran partai itu dengan tenang dan tidak melakukan demonstrasi.

Iklan