Kepolisian Inggris Gagalkan Aksi Teror | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 11.08.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Kepolisian Inggris Gagalkan Aksi Teror

Dari puluhan orang yang telah ditangkap kepolisian Inggris, sebagian besar diantara mereka adalah warga Inggris keturunan Pakistan.

Penundaan dan pembatalan penerbangan juga terjadi di Frankfurt

Penundaan dan pembatalan penerbangan juga terjadi di Frankfurt

Deputi komisaris kepolisian metropolitan London, Paul Stephenson, menolak untuk mengomentari aksi penangkapan tersebut, namun ia memberi isyarat yang kuat bahwa warga Muslim Inggris-lah yang berada di balik rencana peledakan sejumlah pesawat itu. Stephenson mengatakan pihak kepolisian telah menginformasikan kepada pemimpin komunitas Muslim di Inggris mengenai operasi penangkapan.

Amerika Serikat sendiri menduga otak dari plot ini adalah kelompok radikal Al Qaida. Sementara menurut pakar masalah terorisme dari Jerman, Rolf Tophoven, kalau pun Al Qaida tidak terlibat, peran mereka sekurang-kurangnya adalah sebagai inspirator kelompok teroris di London tersebut.

Namun, Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat Michael Chertoff mengatakan, bahwa penyidikan belum selesai, sehingga jawaban atas siapa pelakunya belum dapat dijawab sekarang. Dan walau pun rencana serangan teror ditujukan kepada pesawat-pesawat yang menuju Amerika Serikat, Chertoff menilai lalu lintas udara di negaranya masih dalam kondisi aman.

Chertoff:Saat ini tidak ada indikasi akan adanya plot apa pun di dalam wilayah Amerika Serikat. Namun, sebagai tindakan pencegahan, pemerintah mengambil langkah untuk meningkatkan keamanan di udara. Pertama-tama, pemerintahan Amerika Serikat meningkatkan kondisi ancaman menjadi tingkatan ‘siaga’ atau ‘merah’ bagi penerbangan komersil dari Inggris dan menuju ke Amerika Serikat.”

Sementara itu dilaporkan, pengamanan di bandar udara internasional di seluruh dunia ditingkatkan. Pihak keamanan di seluruh dunia memperketat standar keamanan pada penumpang dan bagasi ke dan dari Ingggris dan Amerika Serikat. Akibatnya, penundaan penerbangan terjadi di seluruh dunia.

Pemerintah Prancis menggelar pertemuan darurat untuk membahas kemungkinan diperlukannya standar keamanan yang baru. Bandar udara di Prancis kini berada dalam kondisi siaga. Namun tidak ada perubahan keamanan dalam pelayanan kereta Eurostar yang menghubungkan kota Paris dan Brussel ke London. Italia juga merencanakan pertemuan strategis anti terorisme, walau pun Perdana Menteri Romano Prodi mengatakan kepada media bahwa ia sendiri tidak melihat ancaman yang berarti bagi Italia.

Setahun setelah peristiwa 11 September tahun 2001 lalu, negara-negara Uni Eropa telah menyepakati untuk meningkatkan keamanan di bandara masing-masing. Namun, kesepakatan itu juga menyatakan bahwa setiap negara berhak untuk lebih meningkatkan standarnya sendiri jika memang diperlukan.

Iklan