1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Kepala Kepolisian Norwegia Undurkan Diri

17 Agustus 2012

Setahun setelah serangan di Oslo dan Utoya yang menelan 77 korban tewas, Oeystein Maeland mengundurkan diri. Maeland mengatakan alasan sebagai kehilangan kepercayaan.

https://p.dw.com/p/15rZY
Foto: Reuters

Menteri Kehakiman Grete Farema mengumumkan pengunduran diri Maeland saat melakukan debat televisi. Hari Senin (13/08), sebuah Komisi independen melayangkan tuduhan berat kepada pihak kepolisian dalam kasus pembantaian di Oslo dan Utoya yang dilakukan oleh Anders Behring Breivik. Anggota kepolisian dianggaü telah melalaikan aturan tugas dan bertindak terlalu lambat. Selain itu, Komisi juga mengkritik bahwa dinas intelejen Norwegia seharusnya sudah mencium rencana Breivik, saat ia membeli komponen-komponen untuk merakit bom.

PM Jens Stoltenberg (kiri) dan Menteri Kehakiman Grete Faremo dalam konferensi pers di Oslo, Senin (13/08)
PM Jens Stoltenberg (kiri) dan Menteri Kehakiman Grete Faremo dalam konferensi pers di Oslo, Senin (13/08)Foto: Reuters

Tekanan juga ditujukaan pada Partai Buruh yang berkuasa. Namun menurut jajak pendapat, 72 persen responden menilaii bahwa Perdana Menteri Norwegia Jens Stoltenberg tidak harus mengundurkan diri setelah laporan Komisi ini. Parlemen Norwegia dijadwalkan akan membahas temuan investigasi Komisi pada akhir Agustus.

Tote und Verletzte bei Explosion in Regierungsviertel in Oslo
Oystein MaelandFoto: picture alliance/dpa

Dalam pernyataan tertulis, Oeystein Maeland mengatakan, ia mengundurkan diri dari jabatan kepala kepolisian karena kurangnya dukungan politik. Kepercayaan dari menteri kehakiman merupakan faktor yang menentukan apakah ia bisa menunaikan tugasnya, demikian tertulis dalam surat pernyataan Maeland seperti dikutip kantor berita Norwegia NTB. Jika kepercayaan tidak diberikan, dikatakan Maeland, tidak mungkin baginya untuk mlanjutkan tugasnya. Maeland mulai menjabat sebagai kepala kepolisian beberapa minggu sebelum serangan di Norwegia dilakukan.

Pada tanggal 22 Juli 2011, teroris sayap kanan Breivik memulai serangan dengan meledakkan bom mobil di wilayah pemerintahan di Oslo, menewaskan delapan orang. Kemudia ia melanjutkan aksi terornya dengan melakukan pembantaian dii Pulau Utoya. 69 remaja yang tengah berada di pula tewas ditembak. Menurut rencana, vonis terhadap Breivik akan diumumkan akhir Agustus ini.

yf/ab(dpa/rtr/afp/dapd)