Kenapa Peraih Nobel Ilmu Pengetahun dari AS? | IPTEK: Laporan seputar sains dan teknologi dan lingkungan | DW | 06.10.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Kenapa Peraih Nobel Ilmu Pengetahun dari AS?

Semua peraih penghargaan Nobel bidang ilmu pengetahuan tahun ini berasal dari Amerika Serikat dan tidak ada tidak ada satu negara lain pun yang terwakili, hal ini patut dipikirkan dan menimbulkan perasaan yang tidak enak.

Medali Nobel

Medali Nobel

Sekilas memandang daftar pemenang Nobel dapat membuat setiap peneliti yang tidak berasal dari Amerika meneteskan air mata. Sejak 1901 Amerika Serikat sudah merebut 228 penghargaan Nobel – tempat kedua dipegang oleh Inggris dengan 75 penghargaan dan Jerman pada tempat ketiga dengan 65 penghargaan Nobel – kebanyakan penghargaan diraih Amerika Serikat antara tahun 1901 dan 1950.

Apakah Peneliti Amerika Yang Terbaik?

Sejauh ini paling tidak selalu ada satu kewarganegaraan lain yang terwakili selain Amerika Serikat: kadang Belanda, kadang Swiss, juga Israel, Jepang atau Mexiko. Tetapi pada tahun ini semua omongan muluk-muluk, merendah dan anggapan remeh tidak ada gunanya. Amerika Serikat sekarang juga menegaskan sebagai adi daya dalam bidang ilmu pengetahuan. Tetapi bukan berarti mereka punya peneliti-peneliti yang lebih baik. Hal itu jelas tidak benar.

Tetapi mereka mempromosikan diri lebih baik dan juga pekerjaannya jauh lebih baik, mereka tidak mengucilkan diri di menara gading. Mereka mengkomunikasikan visi-visi mereka dan juga inovasi-inovasi mereka untuk perkembangan di bidang kedokteran dan teknik.

Promosi Menarik

Mereka tidak malu untuk menghadiri talkshow dan dengan cara menghibur dan bersemangat membuat orang-orang tertarik pada tema-tema, yang di tempat lain dibiarkan berdebu di belakang dinding tebal institut-institut dan laboratorium. Peneliti Amerika mempublikasikan karyanya seluas-luasnya. Mereka juga muncul di media secara berkala, juga di majalah-majalah lifestyle. Mereka dikenal oleh masyarakat – sementara para peneliti di tempat lain kebanyakan tampil biasa-biasa saja, hampir rendah diri atau bahkan kadang-kadang juga menyembunyikan diri secara angkuh.

Pengecualian

Dan para peneliti Jerman yang pernah meneliti di Amerika Serikat, juga mengajar dan hidup di sana lalu kembali ke Jerman, mereka menyadari ketidakselarasan ini dengan rasa sakit. Dan banyak peneliti yang seperti ini. Tetapi juga di Jerman ada suatu waktu dimana para peneliti ini menjadi bintang yang berkilau. Mereka merupakan idola, teladan yang dikenal semua orang dan yang tentu saja semua pernah meraih penghargaan Nobel: Wilhelm Röntgen, Paul Ehrlich, Otto Hahn atau Albert Einstein yang tidak ada bandingannya.

Einstein menguasai satu hal, yang entah kapan menghilang di Jerman, yakni: kemampuan untuk menjadi perantara, bahwa ilmu pengetahuan dan penelitian sangat berarti untuk masyarakat, menegangkan dan bersifat memperkaya diri. Selain itu, kedua aspek ini dapat juga menjadi hal yang luar biasa menarik. Atau seperti biasanya dijelaskan, seluruh dunia dulu ibaratnya jungkir balik gara-gara sebuah persamaan matematik – teori relativitas – yang tidak dimengerti seorang pun.

Dibutuhkan Keberanian

Einstein merupakan dan tetap menjadi sebuah pengecualian besar. Tetapi tidak jelek untuk peneliti-peneliti top Jerman dari masa kini kalau mereka mempunyai keberanian yang lebih besar untuk menjadi populer. Dan jumlah peneliti-peneliti ini tidak sedikit. Kalau mereka melakukan itu, maka seperti di Amerika akan ada uang lebih banyak untuk insitut-institut, untuk para peneliti muda, untuk laboratorium, untuk penelitian terapan dan juga untuk penelitian dasar. Dan juga untuk jalan menuju olimpiade ilmu pengetahuan.

  • Tanggal 06.10.2006
  • Penulis Judith Hartl
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CPUH
  • Tanggal 06.10.2006
  • Penulis Judith Hartl
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CPUH