Kemitraan Publik dan Swasta Dukung Kerjasama Pembangunan | Sosial | DW | 08.03.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

Kemitraan Publik dan Swasta Dukung Kerjasama Pembangunan

Di pameran agraria internasional di Paris sejumlah pihak merundingkan cara efisien mengatasi masalah keseharian dunia ketiga dengan produk yang harganya terjangkau.

Nyamuk malaria

Nyamuk malaria

Setiap tahunnya, 300 juta hingga 500 juta orang di dunia mmenderita sakit malaria. Kebanyakan dari mereka berada di belahan selatan Afrika. Sekitar tiga juta orang di antara mereka meninggal dunia akibat penyakit itu. Obat-obatan yang tersedia biasanya mahal. Sedangkan vaksinasi tidak ada. Meski Organisasi Kesehatan Dunia WHO sudah mengeluarkan banyak dana untuk mengatasi penyakit ini, jumlah pengidap malaria yang meninggal dunia semakin banyak.

Direktur organisasi bantuan Mentor, Richard Allan, ingin menghentikan peluasan penyakit malaria. Ia bekerja sama dengan perusahaan kimia Jerman BASF dalam pengembangan kelambu yang benang rajutannya mengandung racun serangga. Kelambu yang anti nyamuk itu merupakan cara murah untuk menghindar dari penyakit malaria. Selain BASF, sejumlah perusahaan lain mengembangkan kelambu yang serupa. Antara lain, sebuah perusahaan Jepang, perusahaan Prancis dan perusahaan Bayer dari Jerman. Sampai sekarang jumlah yang diproduksi belum mencukupi. Afrika membutuhkan jutaan kelambu, demikian kata Richard Allan. Ia menambahkan,

"Kita dapat membagikan kelambu kepada masyarakat miskin, misalnya masyarakat yang bahkan kurang uang untuk membeli makanan. Ini merupakan tantangan besar. Masyarakat seperti ini umumnya berada di wilayah krisis, namun di negara-negara yang lebih stabil juga ada. Sayang pada umumnya sistim logistik dan distribusi di negara-negara seperti ini sangat minim. Kecuali perusahaan seperti Coca Cola yang menjual ke segala penjuru, sulit untuk mencapai masyarakat lokal.“

Sekarang kelambu itu akan dibagikan melalui departemen-departemen kesehatan pemerintah, LSM dan gereja. Harga setiap kelambu sekitar 4 Euro. Sebagian dari biaya itu ditanggung oleh organisasi-organisasi bantuan dan perusahaan yang terlibat. Sedangkan masyarakat hanya membayar sedikit saja. Wakil Direktur BASF Eropa, Klaus Welsch, menjelaskan, perusahaannya secara umum ingin mendukung upaya-upaya bantuan, bukan hanya dalam urusan kelambu. Contoh lain misalnya, dalam distribusi benih-benih jagung yang resisten terhadap tumbuhan ilalang.

Welsch menyatakan, "Kami pastinya tidak akan meraih laba besar dari kegiatan ini, tapi kami juga tidak akan merugi. Artinya, ini merupakan kegiatan dimana pengalaman kami dapat disalurkan ke lembaga swadaya dan pemerintahan. Menurut saya, industri teknologi harus melakukan transfer pengetahuan dan bukan saja memberikan sumbangan.“

Di Jerman, BASF, Bayer dan sejumlah perusahaan lain bekerjasama dengan lembaga kerjasama tehnik Jerman, GTZ untuk mendanai proyek pembangunan semacam ini di negara-negara berkembang.