Prokes Covid-19 dan Kurangnya Surat Suara Sebabkan Kekacauan TPS di Berlin | JERMAN: Berita dan laporan dari Berlin dan sekitarnya | DW | 26.09.2021
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Pemilu Jerman 2021

Prokes Covid-19 dan Kurangnya Surat Suara Sebabkan Kekacauan TPS di Berlin

Para pemilih di ibu kota Jerman Berlin harus menunggu lebih dari satu jam sebelum dapat memberikan suara mereka. Langkah pencegahan virus Covid-19 dan kekurangan kertas suara disinyalir sebagi penyebabnya.

Para pemilih yang mengantre di sebuah TPS di Berlin

Para pemilih yang mengantre di sebuah TPS di Berlin

Kekacauan terjadi di berbagai TPS di Berlin. Prokes Covid-19 dan kekurangan kertas suara disinyalir sebagi penyebabnya.

Para pemilih di kota Berlin, pada hari Minggu, terpaksa harus antri dan menghadapi kekacauan yang meluas di tempat pemungutan suara. Insiden ini terjadi ketika Jerman mengelar pemilihan parlemen Bundestag yang nantinya akan memilihkanselir Jerman baru menggantikan Angela Merkel, yang mundur setelah hampir 16 tahun menjabat.

Sejumlah faktor dianggap sebagai penyebab insiden ini, termasuk tiga pemungutan suara yang berlangsung secara bersamaan, protokol kesehatan Covid-19 dan kekurangan kertas suara.

Media setempat melaporkan. Antrian masih terlihat pada pukul 7 malam waktu setempat, atau satu jam setelah pemungutan suara resmi berakhir. Juga dilaporkan, para pemilih harus menunggu sampai 90 menit sebelum mereka bisa memberikan suara.

Menjelang sore, sejumlah tempat pemungutan suara mengumumkan bahwa mereka telah kehabisan surat suara, demikian dilaporkan surat kabar Tagesspiegel. Surat suara tambahan pada awalnya tidak dapat dikirim ke TPS akibat banyak jalan ditutup karena pada saat bersamaan Berlin tengah menggelar lomba lari maraton, ditambahkan Tagesspiegel.

"Kami harus tutup selama beberapa jam karena kami kehabisan surat suara dan tidak ada yang bisa memberikan suara," kata seorang pejabat sebuah TPS di Wilmersdorf kepada surat kabar itu.

Ada apa di balik kekacauan ini?

Koresponden DW Sabine Kinkartz menjelaskan, "Salah satu alasannya adalah persyaratan kebersihan sehubungan dengan virus corona, dan  juga bahwa total enam surat suara harus diisi."

Selain Pemilu Parlemen Bundestag, warga Berlin juga memberikan suara untuk Dewan Perwakilan Berlin dan majelis distrik. Selain itu, Berlin juga tengah menggelar referendum tentang pengembang perumahan.

Walau pemungutan suara resmi berakhir pada pukul 6 sore, waktu setempat, namun mereka yang telah mengantre di luar tempat pemungutan suara diizinkan untuk memilih. Demikian dikatakan Geert Baasen, juru bicara komisi pemilihan umum negara bagian Berlin.

Ia menjelaskan, pada pukul 6 sore, dilakukan pengecekan di depan TPS untuk melihat siapa yang terakhir mengantre. Mereka masih akan diizinkan untuk memberikan suara. Namun tidak demikian bagi mereka yang mengantri setelah pukul 6, tambah Baasen. (yf/yp)