Keindahan Danau Tegernsee dan Gunung Wallberg di Akhir Musim Semi | BLOG: Eropa menurut warga Indonesia dan Indonesia di mata warga Eropa | DW | 08.05.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Blog

Keindahan Danau Tegernsee dan Gunung Wallberg di Akhir Musim Semi

Berjarak sekitar 35 menit dari Oberhaching, Tegernsee adalah danau yang terkenal akan pemandanganya yang luar biasa. Oleh Angela Jennifer Aroemrasni.

Pagi itu sayup terdengar suara lonceng gereja St. Bartholomäus yang berjarak tidak begitu jauh dari rumah. Cuaca akhir musim semi yang masih dingin membuatku enggan beranjak dari tempat tidur. Lebih dari 30 menit aku bertahan di bawah selimut sambil memeriksa beberapa email dan membalas pesan WhatsApp dari teman di Indonesia yang selalu menanyakan kabarku disini. Akhirnya aku pun memutuskan pergi ke dapur untuk membuat secangkir kopi dan membeli Bretzel untuk sarapan pagi. Langit terlihat begitu mendung, sepertinya akan turun hujan lagi.

Blog Fotos Meine schöne Urlaubszeit am Tegernsee. (Privat)

Angela Jennifer Aroemrasni

Setelah sarapan pagi, seperti biasa, kegemaran mama selalu melihat live webcam report di televisi untuk melihat kondisi cuaca di berbagai tempat di München. Tidak lama kemudian tampak dia keluar dari ruangan TV dengan wajah sumringah dan berkata "cuaca di Tegernsee cerah, bersiap-siap, kita akan pergi ke sana sekarang”.

Berjarak sekitar 35 menit dari Oberhaching, Tegernsee merupakan sebuah danau yang terkenal akan pemandanganya yang luar biasa. Danau yang terbentuk dari hasil mencairnya gletser pada Zaman Es ini memiliki luas sekitar 908 ha dan merupakan rumah bagi berbagai macam organisme bawah air seperti lobster, kerang, dan ada lebih dari 20 jenis ikan yang hidup di danau ini. Pepohonan dan tanaman air yang tumbuh di sekeliling danau membuat danau ini tampak semakin cantik.

Olahraga air seperti berenang, wind surfing, sailing, stand up paddle board hingga menyewa kapal dan menjelahi danau adalah beberapa kegiatan yang bisa kita lakukan saat berada di danau ini. Salah satu cara populer lain untuk menikmati danau ini adalah dengan menggunakan kapal ferry. Kapal dengan rute tertentu ini dilengkapi dengan restoran, di mana kita bisa menikmati makanan dan secangkir kopi di dek kapal sambil menikmati pemandangan sekitar danau.

Blog Fotos Meine schöne Urlaubszeit am Tegernsee. (Privat)

Pemandangan danau Tegernsee dari puncak gunung Wallberg

Cuaca cerah memungkinkan kami melihat dengan jelas puncak gunung Wallberg yang berselimutkan salju. Di akhir musim semi seharusnya salju di puncak Walberg sudah mencair, namun kali ini salju bertengger lebih lama dari biasanya. Gunung Wallberg yang menjadi latar belakang danau Tegernsee benar-benar menciptakan perpaduan lanskap yang sempurna.

Tidak puas memandang gunung Wallberg dari kejauhan, kami pun bergegas menuju puncaknyag yang memiliki ketinggian 1620 meter dengan menggunakan cable car atau kereta gantung Wallbergbahn. Selama perjalanan dengan kereta gantung menuju puncak, danau dan lembah Tegernsee tampak begitu mempesona dari ketinggian. Sekitar 15 menit lamanya kami berada di dalam kereta gantung, akhirnya kami pun tiba di puncak Wallberg.

Blog Fotos Meine schöne Urlaubszeit am Tegernsee. (Privat)

Kapel Heilig Kreuz di puncak gunung Wallberg, Tegernsee

Seharian penuh kami habiskan waktu dengan sangat baik. Setiap kali mengunjungi tempat wisata baru, selalu saja ada banyak pengatahuan dan cerita baru, foto kenangan berharga, dan yang lebih penting dari semua itu adalah kebersamaan dengan keluarga. Rasanya tidak sabar lagi untuk mengunjungi tempat wisata lainnya di Jerman.

Sampai jumpa di cerita selanjutnya ya!

*Angela Jennifer Aroemrasni adalah fotografer amatir yang sangat menyukai pemandangan alam. Pertama kali ke Jerman untuk berwisata tahun 2017. Saat ini masih sibuk belajar bahasa Jerman agar bisa tinggal lebih lama di sana dan mengabadikan keindahannya. Foto-fto di atas dibuat tahun 2019.

** DWNesiaBlog menerima kiriman blog tentang pengalaman unik Anda ketika berada di Jerman atau Eropa. Atau untuk orang Jerman, pengalaman unik di Indonesia. Kirimkan tulisan Anda lewat mail ke: dwnesiablog@dw.com. Sertakan 1 foto profil dan dua atau lebih foto untuk ilustrasi. Foto-foto yang dikirim adalah foto buatan sendiri. (hp)