1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
PolitikVenezuela

Usai Tangkap Maduro, AS Buka Kembali Kedutaan di Venezuela

31 Maret 2026

Kedutaan besar AS di Caracas resmi kembali beroperasi setelah tujuh tahun ditutup. Penangkapan Presiden Maduro pada Januari menjadi titik balik. Hubungan diplomatik dengan pemerintahan transisi Venezuela ikut dipulihkan.

https://p.dw.com/p/5BPoT
Bendera AS berkibar di Kedutaan Besar AS di Venezuela
Bendera Amerika Serikat pertama kali dikibarkan di luar gedung Kedutaan Besar AS di Caracas, Venezuela, pada awal bulan ini.Foto: Ariana Cubillos/AP Photo/picture alliance

Pemerintah Amerika Serikat (AS) pada Senin (30/03) mengumumkan telah secara resmi membuka kembali Kedutaan Besar AS di Caracas, Venezuela. Ini menjadi kali pertama misi diplomatik tersebut beroperasi kembali sejak ditutup pada Maret 2019.

Penutupan kedutaan terjadi pada masa pemerintahan Donald Trump periode pertama, usai pemilu kontroversial Venezuela pada 2018 yang dimenangkan Nicolás Maduro. 

Foto Nicolás Maduro di atas USS Iwo Jima diunggah via Truth Social milik Donald Trump, Karibia 2026
Amerika Serikat mulai membangun kembali hubungan dengan otoritas sementara yang menggantikan presiden sebelumnya, Nicolas Maduro.Foto: REUTERS

Namun situasi berubah drastis pada Januari 2026, setelah operasi militer Amerika Serikat menangkap Nicolás Maduro dengan tuduhan terkait perdagangan narkotika. Sejak saat itu, AS mulai menjalin kembali hubungan diplomatik dengan pemerintahan transisi Venezuela yang dipimpin Delcy Rodríguez.

"Dengan ini kami secara resmi membuka kembali operasional Kedutaan Besar AS di Caracas, menandai babak baru dalam kehadiran diplomatik kami di Venezuela," demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS. 

Proses pembukaan kembali Kedutaan AS di Venezuela

Sebagai bagian dari proses normalisasi, AS menunjuk diplomat senior Laura F. Dogu sebagai chargé d'affaires untuk Venezuela. Ia tiba di Caracas pada akhir Januari dan bertugas memimpin pemulihan aktivitas diplomatik di lapangan.

Pada pertengahan Maret, bendera AS kembali dikibarkan di kompleks kedutaan sebagai simbol dimulainya kembali hubungan resmi kedua negara.

Meski demikian, pemulihan fasilitas kedutaan masih berlangsung bertahap. Gedung utama yang digunakan untuk layanan konsuler masih dalam tahap renovasi setelah bertahun-tahun tidak digunakan, termasuk perbaikan kerusakan seperti jamur dan penurunan kondisi bangunan. Sementara itu, fungsi diplomatik inti mulai kembali berjalan.

"Pembukaan kembali operasi Kedutaan Besar AS di Caracas merupakan tonggak penting dalam pelaksanaan rencana tiga tahap presiden untuk Venezuela, dan akan memperkuat kemampuan kami untuk berinteraksi langsung dengan pemerintah transisi Venezuela, masyarakat sipil, dan sektor swasta," demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS.

Rubio: stabilitas membuka jalan investasi

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Venezuela mulai menunjukkan "jenis stabilitas yang membuat dunia usaha kembali."

Gambar ilustrasi Nicolás Maduro dalam sidang terkait narkoterorisme
Maduro menghadapi tuduhan narkoterorisme di AS dan sedang diadili di pengadilan New York, ASFoto: Jane Rosenberg/REUTERS

Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Rubio juga memberikan apresiasi kepada otoritas sementara di Venezuela, tetapi menyatakan perlunya transisi menuju demokrasi pada akhirnya.

"Anda ingin melihat transisi penuh, karena agar Venezuela dapat mewujudkan potensi ekonominya, negara itu harus memiliki pemerintahan yang stabil dan demokratis," ujarnya.

Artikel ini pertama terbit dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Felicia Salvina

Editor: Arti Ekawati