Kecelakaan Pipa BBM di Nigeria | Fokus | DW | 27.12.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Kecelakaan Pipa BBM di Nigeria

Ledakan pipa BBM di Lagos hari Selasa (26/12), merupakan kecelakaan pipa minyak terbesar sejak beberapa tahun terakhir.

default

Asap berjam-jam menyelubungi kawasan di pinggiran Lagos. Dilaporkan bahwa panasnya api sempat menghambat tim penyelamat untuk mengevakuasi para korban. Baru Selasa malam, Sekretaris Jenderal Palang Merah Abiodun Orebiyi, membenarkan bahwa semua jenazah telah dievakuasi.

„269 orang tewas dan 54 cedera. Mereka dirawat di rumah sakit. Kami melakukan segalanya agar dapat benar-benar menolong mereka. Kami mengupayakan untuk mengurus keluarga korban. Tetapi kami juga ingin mengimbau korban yang terluka dan kini sedang bersembunyi agar keluar dan menerima perawatan medis.“

Banyak orang yang berada pada lokasi kecelakaan ketika kebakaran terjadi, takut ditangkap. Karena ini dapat berarti bahwa mereka mungkin telah mencuri bensin yang merupakan penyebab bencana tersebut. Para pencuri menyadap bensin dari pipa yang dibocorkan. Sekitar 1. 000 liter diperkirakan telah dicuri pada malam tersebut. Palang Merah mengatakan, dua kelompok kriminal yang mengorganisir pencurian itu. Nigeria terkenal dengan masalah itu. Awalnya pencuri profesional yang datang, kemudian para penduduk ikut-ikutan. Target mereka adalah pipa bensin di permukaan tanah yang dibocorkan dengan paksa jika memang tidak sudah bocor sebelumnya. Tindakan kriminal ini menyebabkan kecelakaan di Abule Egba. Seorang komisaris polisi menuturkan:

„Saya menerima laporan bahwa sebuah jalur pipa meledak pada malam itu. Kemudian kami mengirimkan personel untuk mengontrol keadaan. Kami menginformasi Dinas Perminyakan agar mereka menutup saluran. Jika saluran tertutup maka tidak ada bensin yang keluar. Demikian yang dikatakan kepada saya dan yang kami laksanakan.“

Sepanjang hari tim penyelamat dan relawan mengevakuasi jenazah yang hangus terbakar. Dan kadang-kadang hanya tengkorak yang ditemukan.

Kini tuduhan mulai dilemparkan. Para penduduk sekitar jalur pipa menuduh korupsi dan kemiskinan yang menyebabkan terjadinya kecelakaan itu. Dinas Perminyakan juga dikritik karena tidak mengurus jalur tersebut. Selain itu masyarakat kekurangan BBM. Beberapa hari yang lalu, antrian panjang selama berjam-jam terlihat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Nigeria. Tetapi kemudian diberitahukan bahwa bensin tidak ada.

Setelah kebakaran besar tersebut, bensin setidaknya dapat dibeli di pasar gelap, namun harganya dua kali lipat dari harga di SPBU. Tampaknya orang-orang bersedia mengambil risiko mencuri sepoci bensin agar dapat membiayai kehidupannya selama dua bulan.