Kecamasan Dunia: Milosevic Dianggap Mati Syahid | Fokus | DW | 14.03.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Kecamasan Dunia: Milosevic Dianggap Mati Syahid

Apakah Serbia akan mempertanggungjawabkan kejahatannya saat perang di kawasan Balkan, meskipun Milosevic telah meninggal dunia?

Telah Meninggal Slobodan Milosevic

Telah Meninggal Slobodan Milosevic

Kematian Milosevic tiba pada waktu yang tidak tepat. Milosevic disidang di Mahkamah Internasional PBB, dengan tuntutan melakukan kejahatan perang dan kemanusiaan. Namun dengan meninggalnya Milosevic sidang pengadilan tidak dapat dituntaskan. Sayap radikal dan konservativ Serbia mendapat angin baru, sehingga semakin sulit bagi pengadilan internasional untuk membuktikan bahwa Milosevic bersalah.

Para pengikut Milosevic menyalahkan Mahkamah PBB di Den Haag atas kematian Milosevic. Sebelum dipenjara Milosevic sudah sakit jantung. Karena di penjara perawatannya kurang memadai, maka kondisi kesehatan Milosevic memburuk. Demikian tuduhan para pengikut Milosevic yang menentang Mahkamah PBB sekaligus menganggapnya sebagai instrumen barat. Bagi mereka, aksi bunuh diri mantan pemimpin pemberontak Kroasia Milan Babic beberapa saat yang lalu sudah merupakan bukti kuat, pengadilan Den Haag tidak memperhatikan keselamatan tahanannya.

Slobodan Milosevic sampai akhir hidupnya masih sangat popular di masyarakat Serbia. Apalagi setelah meninggal, ia dapat dianggap mati syahid. Hal ini bisa menjadi pukulan mundur bagi masyarakat barat yang berupaya keras membuktikan kejahatan pemimpin Serbia dan segala perang di Balkan di tahun 90-an.

Kini tekanan terhadap Mahkamah Internasional semakin besar. Agar otoritas Mahkamah PBB pulih kembali di mata masyarakat internasional, selekasnya Mahkamah PBB harus mengadili penjahat perang Mladic dan Karadzic. Kematian mantan diktatur Serbia Slobodan Milosevic dapat disalahgunakan para pengikutnya, dengan menggerakan masa menentang negara-negara barat. Namun langkah itu tidak dapat mengubah kenyataan, bahwa para politisi Serbia tetap harus mempertanggungjawabkan kejahatan mereka saat perang di kawasan Balkan.

Apa dampak kematian Milosevic untuk sejumlah masalah politik penting, yang harus dicarikan solusinya dalam beberapa minggu atau bulan mendatang? Bagaimana dengan kelanjutan upaya disintengrasi Montenegro dan perundingan status otonomi propinsi Kosovo? Nampaknya, kematian Milosevic tidak mengubah upaya disintengrasi Montenegro. Juga karena sebagian besar masyarakat Serbia sudah menerima upaya Montenegro. Tetapi, kematian Milosevic membebani perundingan status otonomi Kosovo. Apalagi setelah mantan jenderal UCK Adim Ceku terpilih sebagai Perdana Menteri Kosovo. Negara barat harus bersiap-siap bahwa semua pihak bakal mempertahankan kepentingannya.

Sangat disesalkan, Slobodan Milosevic kini tidak dapat dituntut pertanggung-jawabannya atas segala kejahatan perang di kawasan Balkan. Itu berarti, para pemimpin Serbia yang duduk di pemerintahan harus mempertanggungjawabkan kejahatan Serbia di masa lalu. Sekaligus mendekatkan diri pada struktur Eropa. Mereka mempunyai dua pilihan. Yakni menyalahgunakan kematian Milosevic untuk kepentingan mereka atau menunjukkan kedewasaan mereka dan bekerja sama dengan Mahkamah Internasional. Mereka yang betul-betul mewakili suara masyarakat Serbia menyadari, bahwa tidak ada alternatif selain bekerja sama dengan Mahkamah PBB.