Kebakaran Maut, Lapas Kelas I Tangerang Overkapasitas 230% | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 08.09.2021
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Kebakaran

Kebakaran Maut, Lapas Kelas I Tangerang Overkapasitas 230%

Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang terjadi pada Rabu (08/09) dini hari pukul 01.45 WIB dan baru bisa dipadamkan sekitar pukul 03.00 WIB. Kepolisian mengatakan 41 narapidana tewas dalam kebakaran tersebut.

Petugas mencoba menghalangi jurnalis meliput kebakaran Lapas Tangerang

Puluhan korban luka akibat kebakaran Lapas Tangerang sedang menjalani perawatan di dua rumah sakit

Lapas Kelas I Tangerang kebakaran dan memakan korban tewas 41 orang dini hari tadi. Kondisi lapas disebut overkapasitas.

"Kalau kondisi lapas, tentunya overkapasitas ya. Dari kapasitas yang seharusnya 900an ini terisi 2.069 orang," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen Pas Rika Apriyanti kepada wartawan, Rabu (08/09).

Rika menjelaskan bahwa penjagaan tetap dilakukan. Setiap sif dijaga 13 petugas. Meski overkapasitas, Rika menyatakan SOP di lapas tetap berjalan. "Tentunya memang bukan jadi alasan tetapi itulah tantangan yang kami hadapi. SOP tentunya tetap berjalan. Apalagi SOP penanganan kebakaran seperti ini," ungkapnya.

Anggota polisi berjaga di Lapas Tangerang

Kepolisian berjaga di Lapas Tangerang usai kebakaran melanda pada Rabu (08/09) dini hari

Puslabfor olah TKP kebakaran Lapas Tangerang

Puslabfor Polri melakukan olah TKP kebakaran Lapas Kelas I Tangerang pagi ini.

"Kemudian untuk langkah selanjutnya adalah melakukan penyelidikan penyebab terjadinya kebakaran. Ini dari Puslabfor Mabes Polri, dari Direskrimum Polda Metro bersama bantuan reserse Polres Tangerang sekarang sedang bekerja marathon untuk mengetahui sebab kebakaran," ujar Kapolda Metro Irjen Fadil Imran kepada wartawan di lokasi, Rabu (08/09).

Dugaan sementara, kebakaran disebabkan akibat korsleting listrik. "Tadi saya sudah lihat di TKP, berdasarkan pengamatan awal patut diduga karena terjadi hubungan pendek arus listrik. Nanti akan didalami lagi," tuturnya.

41 orang tewas

Kebakaran terjadi pada pukul 01.45 WIB dini hari tadi. Dari olah TKP awal ditemukan ada 41 korban tewas akibat kebakaran tersebut.

"Olah TKP dimulai pagi, pada saat evakuasi dan pertolongan korban, ditemukan ada yang meninggal dunia dan ada yang luka. Yang luka segera kita lakukan perawatan di 2 rumah sakit, yang meninggal dunia juga demikian," kata Fadil.

Mobil ambulans di depan Lapas Tangerang

Sejumlah mobil ambulans dikerahkan untuk memindahkan jenazah korban tewas akibat kebakaran Lapas Tangerang

"Adapun jumlah yang meninggal dunia sebanyak 41 orang. Kemudian yang luka ada 8 orang. Ada 72 orang luka ringan itu dirawat di poliklinik Lapas Tangerang, situasi lapas terkendali," tambahnya.

Terbaru, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus meng-update jumlah korban luka sebanyak 81 orang terdiri dari 73 luka ringan dan 8 korban luka berat.

Kebakaran ini terjadi di hunian Blok C 2 yang merupakan sel khusus napi kasus narkoba. (Ed: ha/th)

Baca selengkapnya di: DetikNews

Kebakaran Maut, Lapas Kelas I Tangerang Overkapasitas 230%

Puslabfor Olah TKP Kebakaran Lapas Tangerang yang Tewaskan 41 Orang