Kasus Positif COVID-19 Indonesia Melonjak Drastis, Kemampuan Tes Corona Semakin Besar? | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 15.05.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Wabah Corona

Kasus Positif COVID-19 Indonesia Melonjak Drastis, Kemampuan Tes Corona Semakin Besar?

Dalam dua hari terakhir, kasus positif COVID-19 di tanah air melonjak drastis. Pemerintah sebut peningkatan ini terjadi karena kemampuan tes corona yang semakin besar dan semakin cepat.

Dalam dua hari terakhir, terdapat lonjakan kasus positif COVID-19 sejak Indonesia mengumumkan kasus pertama pada 2 Maret lalu. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto (Yuri), memberikan penjelasan.

Pada konferensi pers, Rabu (13/5), Yuri mengungkap ada tambahan 689 kasus corona baru. Penambahan kasus baru paling tinggi sebelumnya tercatat pada 9 Mei dengan 533 kasus baru. Total kasus positif pada 13 Mei kemarin sebanyak 15.438, dengan angka kesembuhan total menjadi 3.287 orang. Kemudian untuk angka kematian berjumlah 1.028 orang.

Tes corona meningkat

Yuri menyebut pemerintah terus meningkatkan pemeriksaan tes Corona. Dari yang awalnya hanya di 19 provinsi, kini pemeriksaan sudah bisa dilakukan di 30 provinsi dengan dua metode, yakni tes real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).

"Dalam rangka percepatan pemeriksaan maka pada kemarin kami sudah kirimkan cartridge yang bisa dilakukan menggunakan PCM yang saat ini tersebar di tanah air sejak 2015 kemarin kita mengirimkan 6.300 cartridge ke 64 rumah sakit di 64 kabupaten kota di 30 Provinsi," kata Yuri dalam pernyataan pers, Rabu (15/5).

"Sehingga sekarang Kabupaten Yapen mampu memeriksa COVID secara mandiri dengan mesin PCM, hal sama juga kita tingkatkan memanfaatkan mesin PCR yang selama ini digunakan melakukan penilaian pengukuran HIV/AIDS," imbuhnya.

Selain itu, Yuri menyebut di DKI Jakarta setiap harinya bisa melakukan tes corona melebihi 2.000 tes. Sementara di Jawa Timur sekitar 700 tes per hari.

"Mesin ini sudah tersebar di berbagai daerah dan ini bagian dari program kami sudah lihat datanya di DKI untuk PCR HIV sudah mampu melaksanakan 2.592 tes di dua rumah sakit. DIY kita tambah 480 tes, di Jatim 768 tes, NTT di kota Kupang 480 tes, Papua 1440 tes, artinya bahwa semakin banyak yang kita bisa lakukan untuk melakukan tes," tutur Yuri.

Kemudian pada Kamis (14/5), kembali terjadi lonjakan kasus positif. Ada penambahan 568 kasus baru sehingga kasus positif corona menembus angka 16.006. Kemudian ada tambahan pasien sembuh sehingga total menjadi 3.518 orang. Pasien corona yang meninggal bertambah 10 orang. Totalnya kini 1.038 orang meninggal dunia di Tanah Air akibat virus ini.

'Pemeriksaan lebih cepat'

Soal lonjakan yang terjadi dalam dua hari ini, Yuri mengungkap terjadi lantaran kini pemeriksaan sudah lebih cepat dilakukan. Alasannya karena pemeriksaan spesimen semakin terjangkau untuk daerah-daerah.

"Kalau kita perhatikan betul sebaran kenaikan angka ini atau yang kemarin, kita akan melihat bahwa daerah-daerah yang memang memiliki gap pemeriksaan cukup jauh, cukup panjang, akan naik meningkat dengan cepat," kata Yuri dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube BNPB, Kamis (1/5/2020).

Yuri memberi contoh kenaikan kasus positif corona di Sulawesi Tenggara. Lonjakan kasus positif corona di Sultra disebut karena daerah ini sudah bisa melakukan tes mandiri. Dulu, kata Yuri, spesimen di Sultra harus diterbangkan dulu ke Makassar sehingga tentunya akan cukup menguras waktu.

"Sebagai contoh pada data kemarin untuk Provinsi Sulawesi Tenggara mendapatkan kenaikan 91 orang. Ini karena spesimen yang semula rencananya akan dikirim ke Makassar bisa diperiksa di tempat itu," ucapnya.

Kendala teknis sebelum tersedianya fasilitas pemeriksaan menjadi hambatan bagi pemerintah mengakumulasikan kasus konfirmasi positif. Dengan semakin banyaknya fasilitas, maka semakin cepat pula pemeriksaan dilakukan sehingga mempercepat akumulasi.

"Akumulasi ini karena memang pada waktu itu keterbatasan penerbangan, sekarang mampu diperiksa sendiri sehingga pada hari ini tidak ada penambahan karena seluruhnya sudah diperiksa kemarin," terang Yuri.

"Jangan kaget"

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo juga sempat mengungkap perihal tren kasus konfirmasi positif virus COVID-19 yang mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut berbanding lurus dengan jumlah tes yang dilakukan untuk mendeteksi penyakit COVID-19.

"Kenapa meningkat? Karena kemampuan kita untuk testing semakin besar. Jadi kala setiap hari kita lakukan testing dengan jumlah yang banyak maka sangat mungkin yang terkonfirmasi positif juga banyak," kata Doni Monardo setelah mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Jokowi melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (11/5) kemarin.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan ada peningkatan tes PCR untuk deteksi virus corona hingga ke daerah. Karena itulah, jumlah kasus positif corona di daerah dinilai akan meningkat. BNPB meminta masyarakat tidak kaget jika nantinya akan ada kenaikan kasus positif corona karena jumlah tes ditingkatkan. BNPB menyebut akan ada penambahan jumlah tes hingga 40 ribu tes.

"Sehingga nanti mungkin jangan kaget Bapak-Ibu bahwa minggu depan itu akan cenderung banyak naiknya. Secara teknis memang harusnya itu, karena supaya kita bisa mempercepat selesainya COVID ini, memang jumlah testing harus kita naikkan. Harapan kita bisa mencapai 40 ribu (tes), supaya itu bisa mewakili daerah merah yang kita anggap mewakili daerah tersebut," ungkap Plt Deputi II Bidang Penanganan Darurat BNPB Dody Ruswandi dalam rapat virtual dengan Komisi VIII DPR, Selasa (12/5).

Untuk diketahui, total kasus positif corona di Indonesia hingga 14 Mei berjumlah 16.006. Sebanyak 3.518 orang sembuh dan 1.043 orang meninggal di Tanah Air.

Kemudian pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah menjadi 33.672 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) menjadi 258.639 orang. Total sudah 173.690 spesimen diperiksa untuk melacak penyebaran virus corona per 14 Mei 2020. (gtp/pkp)

Baca artikel selengkapnya di: DetikNews

Penjelasan Yuri soal Lonjakan Kasus Corona di 2 Hari Ini