Kasus Penahanan Aktivis Lingkungan Cina Wu Lihong | dunia | DW | 09.05.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Kasus Penahanan Aktivis Lingkungan Cina Wu Lihong

Isu lingkungan masih sensitif di Cina. Wu Lihong yang membongkar kasus pencemaramn danau air tawar ditahan polisi.

Sudah tiga minggu Xu Jiehua tidak melihat suaminya, sang pelindung lingkungan Wu Lihong. Tiga minggu dirasakan lama bagi seorang istri yang ingin tahu kabar suaminya, apakah ia dapat makanan yang cukup dan apakah ia diperlakukan dengan kasar. Sejak suaminya ditangkap, Xu Jiehua selalu diancam dan dipersulit secara sengaja oleh para polisi setempat di kota Yixing yang terletak dekat dengan Danau Tai.

Xu Jiehua: „Para polisi itu datang setap hari untuk mengancam saya. Seluruh desa tahu tentang hal ini. Mereka selalu berkata, bahwa saya harus berhati-hati dengan apa yang saya katakan. Mereka berkata, saya terutama harus berhati-hati dengan apa yang saya katakan kepada pers, terutama pers luar negeri.Saya takut sekali. Mereka mengancam memasukkan saya ke penjara juga. Saya tidak tahu lagi apa yang harus saya lakukan.“

Suami Xu yang bernama Wu Lihong, adalah seorang pelindung lingkungan yang terkenal di China. Selama bertahun-tahun ia mencoba membongkar masalah pencemaran besar-besaran Danau Tai, danau air tawar terbesar ketiga di Cina. Sekitar 40 juta orang bergantung kepada Danau Tai untuk persediaan air minum. Wu Lihong mengumpulkan bukti-bukti, bahwa danau yang dahulu disebut Danau Mutiara ini sudah menjadi genangan air beracun berwarna biru, karena banyak pabrik membuang air kotornya kesana tanpa disaring. Setahun yang lalu Wu berkata:

„Tujuan saya adalah agar kita semua mendapatkan air bersih untuk minum, agar kita mendapatkan udara segar untuk bernafas dan agar kita dapat makan nasi dan sayur-sayuran yang sehat. Tetapi kalau orang-orang kecil seperti kita berjuang untuk membuktikan, bahwa pabrik-pabrik ini mencemari lingkungan, maka polisi akan menindas kita dengan senjatanya.. Para pemilik pabrik, pejabat setempat dan juga organisasi-organisasi yang katanya ingin melindungi lingkungan, semua menutup mata terhadap hal ini.“

Wu Lihong tahu, bahwa ia hidup dalam bahaya. Ia ingin membongkar masalah nepotisme dan korupsi. Ia mendokumentasikan masalah kematian ikan besar-besaran di Danau Tai dan kenaikan angka orang yang terjangkit kanker. Ia mengumpulkan sampel air dan membuat foto. Ia ingin memberikan semua data ini kepada Departemen Lingkungan Hidup di Beijing. Tetapi sebelumnya ia sudah ditangkap. Istri Wu Lihong mencari seorang pengacara di Beijing – dan sang pengacara berangkat ke Danau Tai, tetapi ia tidak diperbolehkan menemui kliennya di penjara. Setelah mengisi banyak formulir, para petugas penjara berkata bahwa, ijin praktek sang pengacara sudah tidak berlaku.

Menurut undang-undang di Cina, seorang tahanan penjara mempunyai hak untk bertemu dengan pengacaranya 48 jam setelah ia ditahan. Dalam kausus Wu Lihong, tiga minggu sudah berlalu. Komentar pengancara Wu, Zhu Xiao Ye:

„Saya mempunyai perjanjian dengan mereka. Kita sudah sepakat, bahwa saya akan bertanya tentang izin berkunjung lagi pada libur bulan Mei. Saya akan membawa semua formulir yang mereka perlukan.“

Istri Wu Lihong masih akan harus menunggu dan berjuang untuk suaminya. Untuk menghindari perlakuan buruk para polisi, ia bersembunyi di rumah salah seorang temannya. Xu Jiehua adalah seorang perempuan sederhana. Ia Cuma seorang pemetik teh. Apa yang terjadi dengan suaminya membuatnya takut. Walaupun begitu ia tidak akan menyerah. Xu Jiehua akan tetap mempertahankan kebenaran yang perjuangkan oleh suaminya. Sekarang ia melakukan apa yang dulu dilakukan suaminya.

Iklan