Kasus Litvinenko Meluas ke Jerman | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 11.12.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Kasus Litvinenko Meluas ke Jerman

Seorang petugas dari dinas rahasia Inggris, Scotland Yard, Senin (11/12) tiba di kota Hamburg untuk mendukung penyelidikan pihak Jerman dalam kasus Alexander Litvinenko.

Dinas perlindungan radiasi Jerman melacak sisa radiasi

Dinas perlindungan radiasi Jerman melacak sisa radiasi

Sebelumnya, lebih dari 170 polisi dari kota Hamburg, perwakilan pihak kejaksaan, dinas investigasi dan dinas perlindungan radiasi Jerman telah bekerja keras selama beberapa hari terakhir ini. Sekarang para penyelidik sudah dapat memastikan bahwa Dimitri Kovtun sudah bersentuhan dengan Polonium saat ia ke Hamburg 28 Oktober lalu dan kemudian tanggal 1 November terbang ke London untuk bertemu dengan mantan anggota dinas rahasia Litvinenko.

Kovtun menginap satu malam di Hamburg di rumah mantan istrinya, lalu ia berkunjung ke mantan ibu mertuanya dan kantor urusan orang asing di negara bagian Schleswig Holstein. Di semua lokasi tersebut dan di mobilnya ditemukan jejak Polonium. Demikian keterangan Gerald Kirchner dari dinas perlindungan radiasi Jerman.

Gerald Kirchner: Saat ini kami menarik kesimpulan, bahwa keduanya mungkin : bahwa ia kemungkinan tidak terlibat, artinya, ia sendiri sebelumnya sudah terkena Polonium 210 dan dengan demikian bebas dari tuduhan. Tapi mungkin juga, masih ada yang tertinggal pada pakaiannya dan dari sana lah kemungkinan asal jejak tersebut.“

Pihak kejaksaan Hamburg telah mengajukan pemeriksaan pendahuluan mengenai penggunaan substansi radioaktif terlarang. Saat ini berdasarkan pemberitaan media, Kovtun berada di rumah sakit di Moskow. Menurut Jaksa Agung Martin Köhnke, para penyelidik tidak memiki kontak dengannya.

Martin Köhnke: „Untuk mengetahui apakah Kovtun membawa Polonium di dalam atau di luar tubuh, sangatlah penting untuk mengetahui kondisi kesehatan Kovtun. Karena kami tidak memiliki informasi tersebut, maka sumber yang sangat penting kurang dalam penyelidikan kami.“

Para penyelidik di Hamburg tidak menutup kemungkinan Kovtun sebagai pelaku pembunuhan Alexander Litvinenko. Namun sementara ini, Hamburg akan terus berkonsentrasi mencari lokasi yang terkontaminasi lainnya yang disinggahi Kovtun antara tanggal 28 Oktober hingga 1 November. Berikut penjelasan Gerald Kirchner dari dinas perlindungan radiasi.

Gerald Kirchner: „Fakta bahwa ia adalah pembawa jejak Polonium tidak berarti bahwa ia meninggalkan jejak dimana-mana. Ini adalah penemuan yang sangat penting. Artinya jika kami tahu ia pernah berada di suatu lokasi tertentu, dan meninggalkan jejak disana, maka itu adalah bukti yang lebih lanjut.“

Menurut keterangan kepolisian, Kovtun terbang tanggal 1 November dengan perusahaan penerbangan ‚Germanwings’ dari Hamburg ke London – Inggris. Disanalah ia bertemu dengan Litvinenko. Pada pertemuan di bar Hotel Millenium itulah, kemungkinan besar Litvinenko diracuni dengan Polonium 210 dan tiga minggu kemudian meninggal di rumah sakit di London. Apakah Kovtun setelah tanggal 1 November tersebut kembali ke Hamburg, masih belum jelas. Dalam pesawat Germanwings sendiri yang digunakan oleh Kovtun, tidak dapat ditemukan jejak Polonium.

Iklan