Kasus Kurnaz: Pemeriksaan Beratkan Jerman | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 24.01.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Kasus Kurnaz: Pemeriksaan Beratkan Jerman

Pemerintah koalisi Merah-Hijau dulu di Jerman dikatakan tidak bersedia membantu Murat Kurnaz warga Turki kelahiran kota Bremen, ketika ia ditahan tanpa bersalah di Guantanamo.

Menlu Jerman Frank-Walter Steinmeir

Menlu Jerman Frank-Walter Steinmeir

Selain itu, saat dilakukannya pemeriksaan petugas-petugas Jerman tidak mau mendampinginya. Bagi pemerintah Jerman itu merupakan bagian yang paling tidak menyenangkan dari 30 halaman laporan yang disetujui kemarin.

Carlos Coelho, ketua komisi khusus Parlemen Eropa untuk kasus penerbangan rahasia CIA di Eropa, mengumumkan hasil pemungutan suara: "28 suara setuju, 17 menolak dan tiga abstain. Terima kasih. Sidang ditutup."

Dengan demikian, komisi tersebut menerima laporan yang memberatkan CIA dan sejumlah negara Uni Eropa. Itu berarti tekanan terhadap Menlu Jerman Frank-Walter Steinmeier juga bertambah besar. Dalam kasus Murat Kurnaz komisi itu melihat adanya bukti, bahwa pemerintahan Jerman sebelumnya, yaitu koalisi antara Partai Sosialis Demokrat SPD dan Partai Hijau, pada tahun 2002 menolak tawaran untuk membebaskan Kurnaz dari Guantanamo.

Menlu Steinmeier, yang di bawah Kanselir Gerhard Schröder berwenang menangani soal-soal yang menyangkut dinas rahasia, membantah hal tersebut. Di Brussel dikatakannya: "Saya tidak tahu-menahu adanya tawaran serupa itu. Tetapi saya akan memberikan kontribusi, agar komisi pemeriksaan memperoleh kejelasan."

Laporan komisi di Brussel itu tidak menyebutkan dari mana datangnya petunjuk tentang adanya tawaran kepada pemerintah Jerman. Hanya dikatakan, dari sumber yang bisa dipercaya. Murat Kurnaz, warga Turki kelahiran kota Bremen, pada tahun 2001 ditahan di Pakistan, dan melalui Afghanistan ia dibawa ke Guantanamo. Menurut laporan itu, dinas rahasia Amerika dan Jerman sudah mengetahui bahwa Kurnaz tidak bersalah pada bulan Oktober tahun 2002.

Ketua komisi pemeriksaan Parlemen Eropa, Carlos Coelho, melancarkan kritik tajam terhadap sikap sejumlah pemerintahan Eropa dalam upayanya mencari kejelasan: "Kerjasama yang diberikan tidak cukup. Tetapi yang lebih buruk lagi adalah sikap Dewan Eropa. Bukan hanya tidak mau bekerjasama, melainkan menyodorkan pula berkas-berkas yang salah. Ini sangat menyulitkan, dan saya mengecamnya."

Antara akhir tahun 2001 sampai akhir tahun 2005, CIA melakukan lebih dari seribu penerbangan di atas kawasan udara Eropa. Dan pada lebih dari seperempat penerbangan itu dilakukan persinggahan pada bandar-bandar udara Jerman. Ada pesawat yang terbang langsung dari Jerman ke Guantanamo. Jerman, Inggris, Italia, Polandia dan tujuh negara UE lainnya mendiamkan saja penerbangan rahasia untuk mengangkut tawanan tersebut, yang berarti melanggar HAM.

Kritik terhadap laporan itu terutama datang dari para anggota parlemen dari kubu konservatif. Kesimpulan mereka, spekulasi telah memalsukan hasil pemeriksaan yang obyektif. Upaya mereka untuk memperlunak beberapa bagian dari laporan itu, gagal. Usaha ini justru menimbulkan rumusan yang lebih tajam lagi terhadap sejumlah pemerintahan Eropa, ditambah dengan tuntutan agar dinas rahasia dikendalikan dengan lebih baik lagi. Bagi mayoritas anggota komisi sudah cukup kalau sidang parlemen Eropa juga mengesahkan laporan itu.

Iklan