Kasus COVID-19 di DKI Jakarta Melonjak, Pemprov Diminta Siaga | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 14.06.2021
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Wabah Corona

Kasus COVID-19 di DKI Jakarta Melonjak, Pemprov Diminta Siaga

Kasus COVID-19 di ibu kota dilaporkan meningkat. Pemprov DKI Jakarta diminta menyiapkan skenario pengendalian dan menutup lokasi yang berpotensi menyebabkan munculnya kerumunan.

Foto ilustrasi tes cepat COVID-19

Berdasarkan data corona.jakarta.go.id, per Minggu (13/06), jumlah warga DKI yang terpapar virus corona sebanyak 448.071 orang

Kasus harian COVID-19 di Jakarta terus mengalami lonjakan. Sekretaris Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta, Oman R Rakinda meminta kepada semua pihak untuk tidak kendur dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Jangan kendor laksanakan prokes, tegakkan disiplin. Bila perlu gugus tugas giatkan patroli di perkantoran, mall dan pasar-pasar," ujar Oman, Minggu, (13/06).

Oman meminta kepada Pemprov DKI Jakarta untuk bersiaga. Dia juga meminta untuk menyiapkan skenario pengendalian. "Kita dorong jajaran dinkes, para nakes, dan manajemen faskes untuk bersiaga. Siapkan skenario pengendalian," ucapnya.

Sementara itu, anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak meminta kepada Pemprov DKI untuk belajar dari kenaikan kasus corona di masa lalu. Menurutnya, ada sejumlah kelemahan yang ada.

"Sebaiknya Pemprov belajar dari periode lalu di mana ada lonjakan yang terus naik dan kita katakan gagal. Di situ kita amati kelemahannya karena pengawasan yang kurang, khususnya di pasar dan permukiman padat," kata Gilbert.

DPR minta lokasi yang berpotensi menimbulkan kerumunan ditutup

Kasus corona di sejumlah wilayah mengalami peningkatan. Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo meminta kepada pemerintah untuk menarik rem darurat.

"Saat ini kita tidak perlu saling tuding, saling menyalahkan. Namun, bagaimana kita konsolidasi secara nasional dan melakukan rem ketat agar kita bisa kendalikan situasi yang mulai dan sedang mengkhawatirkan ini, serta yang efeknya tingkat keterisian kamar rumah sakit sudah mengkhawatirkan untuk beberapa daerah. Saat ini dibutuhkan kebijakan dan tindakan yang luar biasa untuk atasi kenaikan ini," ujar Rahmad, Minggu (13/06).

"Pengendalian COVID-19 sekali lagi bukan semata-mata tugas dari Pemerintah Pusat, tapi butuh kerja sama dan gotong royong semua pihak, dari Pemerintah Pusat sampai daerah dan satu lagi masyarakat menjadi aktor utama juga dalam pengendalian pandemi ini," sambungnya.

Menurutnya, kebijakan rem darurat ini harus dilakukan. Dia juga meminta sejumlah lokasi yang berpotensi menimbulkan kerumunan untuk ditutup sementara.

Terisi 75 persen

Kasus corona di DKI Jakarta terus mengalami peningkatan. Saat ini, ada 106 rumah sakit khusus COVID-19 di Jakarta.

Berdasarkan data dari Pemprov DKI Jakarta, per Minggu (13/06), tempat tidur isolasi di 106 rumah sakit khusus COVID-19 di Jakarta terisi sebesar 75 persen atau 5.451. Total ada 7.231 tempat tidur untuk pasien menjalani isolasi di rumah sakit. Selain itu, jumlah tempat tidur ICU sudah terpakai sebanyak 65 persen atau 711. Total, ada 1.086 tempat tidur ICU untuk pasien COVID-19.

Berdasarkan data corona.jakarta.go.id, per Minggu (13/06), jumlah warga DKI yang terpapar virus corona sebanyak 448.071 orang. Total sembuh pasien corona di DKI Jakarta sebanyak 423.056 orang.

Saat ini, ada 17.444 tercatat masih terpapar virus corona. Mereka ada yang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri di rumah. Berdasarkan data tersebut, positivity rate di Jakarta saat ini masih di angka 17,1 persen. Jumlah tersebut jauh di atas batas aman WHO yakni di bawah 5 persen. Sebelumnya diberitakan, tingkat keterisian tempat tidur di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Jakarta saat ini melonjak menjadi 80,68 persen. Pemerintah DKI Jakarta diminta waspada.

Data kasus harian COVID-19 per satu juta penduduk di beberapa negara di dunia

Data kasus harian COVID-19 per satu juta penduduk di beberapa negara di dunia

"Pasien datang dari berbagai puskesmas di DKI. Ini sudah mulai banyak dan sudah agak merata. Ini DKI harus waspada," ujar Koordinator Humas RSD COVID-19 Wisma Atlet Letkol TNI AL M Arifin saat dihubungi detikcom, Minggu (13/06). Ed: rap/ha

Baca selengkapnya di: DetikNews

Kasus COVID-19 di DKI Melonjak, Anggota DPRD Minta Pemprov Siaga

Kasus COVID Meningkat, Anggota Komisi IX Minta Pusat Kerumunan Ditutup

Tempat Tidur Isolasi Pasien di 106 RS Rujukan COVID DKI Terisi 75%

Laporan Pilihan