Jokowi: Kasus Aktif Corona RI Lebih Rendah dari Dunia, Kematian Lebih Tinggi | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 28.09.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Wabah Corona

Jokowi: Kasus Aktif Corona RI Lebih Rendah dari Dunia, Kematian Lebih Tinggi

Presiden Jokowi sebut kasus aktif virus corona di Indonesia lebih rendah dari rata-rata dunia, tapi kasus kematian akibat corona lebih tinggi dari rata-rata dunia. Sementara, okupansi ICU-isolasi di bawah standar WHO.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kasus aktif virus corona di Indonesia mencapai 22,46 persen. Angka ini lebih rendah daripada rata-rata kasus aktif dunia, yaitu 23,13 persen.

"Data yang saya peroleh per 27 September 2020, rata-rata kasus (virus corona) aktif di Indonesia itu 22,46 persen. Ini sedikit lebih rendah daripada rata-rata kasus aktif dunia yang mencapai 23,13 persen. Saya kira ini baik untuk terus diperbaiki lagi," kata Jokowi dalam rapat terbatas penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional secara virtual, Senin (28/09).

Tetapi, kasus kematian akibat corona di Indonesia sedikit lebih tinggi dari rata-rata dunia, di mana Indonesia mencapai 3,77 persen dan rata-rata kasus kematian corona di dunia 3,01 persen. Hal inilah yang menjadi tugas pemerintah untuk menekan kasus kematian.

"Kalau kita bandingkan dengan bulan lalu, rata-rata kematian di negara kita juga menurun dari 4,33 persen jadi 3,77 persen. Meskipun kalau kita bandingkan dengan rata-rata dunia, kita sedikit lebih tinggi karena rata-rata dunia mencapai 3,01 persen. Ini menjadi tugas kita bersama untuk menekan lagi agar rata-rata kematian bisa terus menurun," kata Jokowi.

Demikian juga angka kesembuhan dari corona di Indonesia yang lebih rendah dari rata-rata dunia, yaitu 73,76 persen berbanding 73,85 persen. Hingga Minggu (27/09), kasus positif corona kumulatif di Indonesia mencapai 275.213 dan total pasien sembuh 203.014 orang.

"Rata-rata kesembuhan 73,76 persen. Ini sedikit lebih rendah dari dunia, 73,85 persen," sebut Jokowi.

Mini-lockdown di desa dan kantor efektif

Masih dalam rapat yang sama, Jokowi meminta intervensi pengendalian penyebaran virus corona berbasis lokal ditingkatkan. Presiden Jokowi meminta arahan ini diteruskan kepada pemerintah di tingkat kabupaten/kota dan provinsi.

Jokowi menekankan, mini-lockdown yang diterapkan berulang dinilai efektif.

"Artinya pembatasan berskala mikro baik itu di tingkat desa, kampung, RW/RW, kantor/ponpes, saya kita itu lebih efektif. Mini-lockdown yang berulang itu akan lebih efektif," ucap Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi mengingatkan pemerintah setempat tak menerapkan kebijakan lockdown secara general di wilayahnya. Menurut Presiden Jokowi, lockdown secara general di suatu wilayah dapat menimbulkan kerugian bagi banyak orang.

"Jangan sampai kita generalisir satu kota, kabupaten, apalagi provinsi. Ini akan merugikan banyak orang," tandas dia. 

Okupansi ICU-isolasi di bawah standar WHO

Pemerintah memaparkan okupansi tempat tidur ICU dan isolasi atau bed occupancy rate (BOR) terkait kasus corona di Indonesia sebesar 46,29 persen. Angka ini masih di bawah batas yang ditentukan WHO, yaitu 60 persen.

"Dilaporkan secara nasional keterisian tempat tidur ICU dan isolasi secara nasional, bed occupancy rate 46,29 persen. Kapasitas nasional 46.705, yang dipakai 21.619," kata Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto seusai rapat dengan Presiden Jokowi secara virtual, Senin (28/09).

Sebagai strategi pengurangan angka kematian akibat corona di Indonesia, pemerintah berupaya meningkatkan kapasitas RS, fasilitas isolasi mandiri, hingga perlindungan terhadap kelompok rentan.

"Pemerintah mendorong agar ada strategi pengurangan angka kematian, antara lain tentu peningkatan kapasitas RS, penyiapan fasilitas isolasi mandiri di Wisma Atlet dan hotel untuk OTG, pemisahan kelompok komorbid, perlindungan terhadap kelompok rentan, menolong pasien yang mendapat pertolongan, tidak menunggu kondisi gejala berat kritis," ujar Airlangga yang juga menjabat sebagai Menko Perekonomian. (pkp/ha) 

Baca selengkapnya di: detiknews

Jokowi: Kasus Aktif Corona RI Lebih Rendah dari Dunia, Kematian Lebih Tinggi

Jokowi: Mini-lockdown di Desa-Kantor Efektif, Jangan Generalisir Satu Provinsi

Pemerintah: Okupansi ICU-Isolasi Corona RI di Bawah Standar WHO

Laporan Pilihan