Kapolri: 19 Orang Diamankan Terkait Ledakan Bom Medan | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 15.11.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Bom Bunuh Diri

Kapolri: 19 Orang Diamankan Terkait Ledakan Bom Medan

Sebanyak 19 orang terduga teroris diamankan Tim Densus 88 Antiteror Polri pascabom bunuh diri di Mapolrestabes Medan. Selain itu polisi juga tengah mendatangi lokasi yang diduga sebagai tempat perakitan bom tersebut.

Kapolri Jendral Idham Aziz mengatakan 19 terduga teroris telah diamankan Densus 88 Antiteror Polri pascaledakan bom di Polrestabes Medan, Sumatera Utara (Sumut). Para pelaku ditangkap dari berbagai wilayah, dari Sumut hingga Jawa Timur (Jatim).

"Terkait bom Medan, sudah 19 orang kami amankan. Masing-masing berasal dari wilayah Sumatera Utara, Riau, Ambon, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Dan itu semua jaringan pelaku bom bunuh diri di Medan," ungkap Idham di Mapolda Sulawesi Tengah (Sulteng), Jl. Sam Ratulangi, Palu, Jumat (15/11).

Idham menuturkan Densus 88 terus memetakan jaringan terduga pelaku bom bunuh diri Mapolrestabes Medan. Seperti diketahui, serangan bom tersebut dilakukan oleh terduga teroris Rabbial Muslim Nasution (24).

"Untuk adanya informasi dengan keterkaitan jaringan yang lama, tim Densus masih terus melakukan mapping. Untuk hasilnya akan segera disampaikan," tuturnya.

Sementara itu, polisi juga mendatangi lokasi diduga terkait perakitan bom Mapolrestabes Medan, Sumut. Polisi sebelumnya menggeledah sejumlah tempat termasuk rumah pelaku bom bunuh diri di Medan, Rabbial Muslim Nasution.

"(Ditangani) Densus 88," kata Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis saat dimintai konfirmasi, Jumat.

Belum diketahui ada atau tidaknya barang bukti yang diamankan dari lokasi di Sicanang, Belawan.

Sebuah bom bunuh diri meledak di Mapolrestabes Medan pada Rabu (13/11). Pelaku Rabbial Muslim Nasution masuk ke lokasi pada pukul 08.15 WIB mengenakan jaket ojek online. Polisi menyebut Rabbial memanfaatkan momen pembuatan SKCK yang membuat situasi di Mapolrestabes ramai.

Rabbial meledakkan diri di halaman kantin ruang SKCK Mapolrestabes sekitar pukul 08.45 WIB. Polisi mengungkapkan Rabbial melilitkan rangkaian bom tersebut di tubuhnya.

Seiring dengan proses penyidikan, polisi memeriksa istri Rabbial yang berinisial DA. DA masih berstatus saksi.

"Masih (dimintai) keterangan sebagai saksi. Jadi sampai saat ini ada 12 orang saksi yang sudah kita periksa. Ada istri, orang tuanya, mertua, kakak, dan tetangganya," ujar Wakapolda Sumut Brigjen Mardiaz Kusin Dwihananto kepada wartawan di Mapolrestabes Medan, Kamis (14/11).

Istri terduga teroris dipulangkan

Sementara itu, seorang perempuan berinisial DK (25) yang sempat diamankan bersama suaminya DS (24) telah dipulangkan ke rumahnya di Desa Gunungsari, Kecamatan Cirangjang, Cianjur pada Kamis malam tadi.

Warga mengungkapkan perempuan itu diantarkan petugas kepolisian sekitar pukul 21.00 WIB. "Sudah pulang tapi sendirian, kalau untuk suaminya belum," ujar Adung (48) warga setempat melalui sambungan telepon.

Ia menduga DK dipulangkan karena tidak terbukti terlibat dalam jaringan teroris seperti yang disangka polisi. Adung mengaku belum mendapat informasi lebih lanjut apakah DS juga tak terbukti bersalah dan segera dipulangkan atau tidak.

"Tapi informasinya DS juga masih ngambang statusnya, belum dipastikan terlibat jaringan teroris," kata dia.

Baca jugaBagaimana Seorang Ustaz Menyulap Burkina Faso Jadi Ladang Teror Baru

Jika DS nantinya juga dipulangkan, warga berharap pihak kepolisian bertanggung jawab atas tindakannya yang telah menangkap orang yang tidak bersalah. Apalagi hal itu membuat wilayah mereka dianggap sebagai lokasi berdiamnya pelaku teroris.

"Kami warga di sini tidak mau wilayah kami dicap sebagai sarang teroris. Kalaupun hanya DK yang dipulangkan, harus ada pengembalian nama baik, kasihan dia sudah disangka sebagai teroris, pasti berpengaruh juga pada pandangan orang ke DK ini," ungkapnya.

Sementara itu dihubungi secara terpisah, Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi mengaku tidak mengetahui hal tersebut. "Belum monitor, yang tahu Polda sama Mabes," singkatnya.

Sebelumnya, petugas Densus 88 Antiteror mengamankan dua orang terduga teroris di Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, sekitar pukul 10.00 WIB, Kamis.

Dua orang tersebut berstatus suami-istri, berinisial DS (24) dan DK (25). DS diamankan di sekolah tempatnya mengajar di Kampung Cibanteng, sementara DK diamankan di rumah kontrakan di Kampung Cibodas.

"Yang diamankan pertama suaminya saat sedang mengajar, disusul istrinya diamankan sekitar pukul 10.00 WIB. Saya juga sedang santai di rumah langsung diminta ikut oleh petugas kepolisian," kata Ure Suryadi (47), Ketua RT 03, kepada awak media. (Ed: rap/ae)

 

Baca selengkapnya di: Detik News

Polisi Datangi Lokasi Diduga Tempat Rakit Bom Medan di Belawan

Kapolri: 19 Terduga Teroris Diamankan Pascabom Mapolrestabes Medan

Istri Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Cianjur Dipulangkan

Laporan Pilihan

WWW Link