Kanselir Merkel di Washington | Fokus | DW | 05.01.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Kanselir Merkel di Washington

Politik Timur Tengah mewarnai pembicaran Merkel dan Bush. Kerjasama ekonomi kurang terangkat.

default

Amerika Serikat dan Jerman akan bekerjasama untuk menghidupkan kembali proses perdamaian Timur Tengah. Kedua negara ini menyatakan komitmennya untuk mendukung solusi konflik itu, yang mempromosi dua negara, Palestina dan Israel yang berdampingan. Selain itu, Presiden AS, George W Bush tampak menghargai usulan Kanselir Jerman untuk mempertemukan Kuartet Timur Tengah yang terdiri dari Uni Eropa, AS, Rusia dan PBB untuk membahas masalah ini. Dalam konferensi pers yang berlangsung setelah pembicaraan mereka, Bush mengatakan:

„Kanselir Jerman memiliki ide yang bagus dengan mempertemukan Kuartet Timur Tengah ini. Saya mendukungnya. Pada saat yang tepat, Kuartet Timur Tengah akan berunding bersama. Dalam waktu dekat, Menteri Luar Negeri Condoleeza Rice akan berangkat ke Timur Tengah. Sepulangnya dari sana, ia akan menyampaikan laporan serta saran mengenai langkah ke depan, bukan hanya kepada saya, melainkan juga kepada Kanselir Jerman.“

Bush tampak mendengarkan dan mendukung saran-saran Merkel. Namun dalam isyu keterlibatan Suriah dalam solusi konflik Timur Tengah, Bush tidak menyampaikan reaksi. Sedangkan, Merkel tampak mengambil jarak dengan kemungkinan itu:

„Suriah sudah mendapat banyak kesempatan untuk memainkan peran yang konstruktif. Sayangnya, semua kesempatan yang terbuka sudah lewat“

Disamping tema Timur Tengah, masalah pemanasan global juga dibahas. Walaupun masih belum menandatangani kesepakatan Kyoto, Bush menyatakan, ia terbuka untuk berbagai konsep baru dalam perlindungan iklim global. Dalam pertemuan itu, baik Bush maupun Merkel saling memuji kerjasama kedua negara itu menghadapi masalah di Afghanistan, konflik atom dengan Iran. Bahkan secara verbal Merkel menunjukan dukungan kepada Presiden AS itu dalam isyu perang Irak:

„Walaupun Jerman militer Jerman tidak terlibat di Irak, kami mendukung secara politis apa yang harus dilakukan di negara itu.“

Demikian ungkap Kanselir Jerman, Angela Merkel. Sementara, upaya membangun kerjasama trans-atlantik dalam bidang ekonomi terdesak oleh pembahasan isyu politik. Yang pasti hanya bahwa baik Uni Eropa maupun Amerika Serikat ingin agar pertemuan Organisasi Perdagangan Dunia berlangsung kembali dan sukse. Perundingan sebelumnya gagal karena kedua pihak ini ingin mempertahankan subsidi di bidang agraria.