Kanselir Jerman ke Amerika Serikat | dunia | DW | 04.01.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Kanselir Jerman ke Amerika Serikat

Untuk pertama kali setelah menyandang kepemimpinan G8 dan Ketua Uni Eropa Kanselir Jerman Angela Merkel berkunjung ke Washington.

default

Meluasnya globalisasi memungkinkan kerjasama transatlantik. Demikian ungkap Kanselir Jerman menjelang kunjungannya ke Amerika Serikat. Kanselir Jerman, Angela Merkel akan berada di Amerika Serikat hanya untuk sehari. Setelah bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, George W. Bush, ia akan langsung kembali ke Jerman. Di Gedung Putih, Merkel antara lain akan mengangkat tema ekonomi. Aspek ekonomi menjadi sentral, karena sekarang Jerman memimpin G8 dan juga menjadi Ketua Uni Eropa. Pekerjaan Angela Merkel tahun ini berlipat ganda, pada upacara peresmian posisi ini, Merkel mengatakan:

„Menerima tugas sebagai pemimpin selalu merupakan kehormatan bagi suatu negara. Kamipun menerimanya dengan senang hati, walaupun sadar bahwa pekerjaan kami akan bertambah banyak selama mengemban tugas ini.“

Sebelum berangkat ke Amerika Serikat, Merkel menyatakan, hubungan Uni Eropa dengan negara adi kuasa itu perlu dipererat supaya terjadi peningkatan arus investasi dan perdagangan. Merkel menerangkan bahwa baik Uni Eropa maupun Amerika Serikat memiliki undang-undang hak cipta yang sudah sangat maju, memiliki mekanisme regulasi yang mengatur pasar finansial dan karena itu pengembangannya di tingkat transtlantik bisa saling menguntungkan. Jurubicara pemerintah Jerman, Ulrich Wilhelm menerangkan:

„Banyak sekali biaya dan pemikiran yang dicurahkan negara-negara Eropa dan Amerika Serikat untuk mengembangkan standar masing-masing, yang ke depan masih harus disesuaikan. Oleh karena itu kami berharap - dan tanggapannya sangat baik dari AS - agar membahasnya secara intensif justru sebelum melangkah lebih lanjut“

Merkel menepis kekhawatiran bahwa langkah ini bisa dipandang negatif oleh negara-negara seperti Cina dan Jepang. Menurut Merkel, membuat blok baru untuk menghadapi Asia bukan hal yang masuk akal. Hal itu juga bukan merupakan kepentingan Jerman. Walaupun begitu, Merkel yang menilai kebersamaan itu akan memperkuat posisi kedua pihak yang terlibat menegaskan, tidak ada pihak yang bisa melarang kedua wilayah ini untuk menggabungkan upayanya. Di samping itu, ia juga menekankan, bahwa kerjasama ini bukan upaya pembatasan perdagangan.

Selain tema ekonomi, Kanselir Jerman Angela Merkel juga akan membicarakan situasi Iran, Irak, Afghanistan dan Timur Tengah. Dalam posisi barunya, Kanselir Jerman, Angela Merkel berharap dapat memberi masukan kepada Amerika Serikat, dalam upaya bersama mencari solusi konflik di Timur Tengah. Hubungan Jerman dengan Amerika Serikat mendingin selama masa pemerintahan Kanselir Jerman sebelumnya, Gerhard Schroeder, namun kembali membaik setelah Merkel menjadi Kanselir pada tahun 2005.

Iklan