Kanselir Angela Merkel Masuki Masa Jabatan Ke-4 | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 19.09.2017
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Dunia

Kanselir Angela Merkel Masuki Masa Jabatan Ke-4

Sejak 12 tahun Angela Merkel memimpin Jerman. Tapi masa jayanya belum berakhir. Ia menjadi kanselir lagi untuk 4 tahun ke depan.

Bagaimana Angela Merkel bisa bertahan dan berkuasa begitu lama, hampir tanpa pesaing yang punya peluang mengalahkannya? Bahkan lawan-lawan politik pun mengakui dan memuji kebijakannya. Misalnya di kalangan Partai Hijau, yang termasuk kubu kiri. Karena dia justru memenuhi salah satu agenda politik yang sejak bertahun-tahun diperjuangkan Partai Hijau: Menghentikan penggunaan tenaga nuklir di Jerman.

Juga mantan Ketua Umum SPD, Sigmar Gabriel, sekarang Menteri Luar Negeri Jerman, memuji cara kerja kanselir Merkel. "Dia selalu fair, selalu punya waktu", kata Gabriel. Jadi jalan Merkel menuju masa jabatan ke-empat kelihatannya akan mulus. Semua jajak pendapat menempatkan Merkel jauh di depan penantang utamanya, Martin Schulz dari SPD. Hanya Helmut Kohl (CDU) yang pernah menjabat Kanselir Jerman sampai empat kali.

Berlin Modelle von Angela Merkel bei Madame Tussauds (picture-alliance/dpa/W. Kumm)

Tiga model Angela Merkel untuk museum Tussaud

Risiko masa jabatan keempat

Pada tahun-tahun terkahirnya, performa Helmut Kohl terus menurun. Sampai pemilih Jerman mulai bosan padanya. Itulah peluang yang digunakan dengan baik oleh Gerhard Schröder (SPD). Pada pemilu berikutnya, Kohl masih mencalonkan diri, tapi Schröder dengan mitra koalisi Partai Hijau memenangkan suara lebih banyak.

Sebenarnya, Kanselir pertama Jerman Konrad Adenauer tahun 1961 juga memasuki masa jabatan keempat. Namun dia tidak menyelesaikan legislatur dan hanya menjalankan setengah masa jabatannya.

Apa yang memotivasi Merkel untuk mencalonkan diri lagi? Dia beberapa waktu lalu pernah mengatakan, masih mempertimbangkan masa depan politiknya. Ketika itu Merkel sedang menghadapi kecaman dari berbagai pihak karena keputusannya mengijinkan pengungsi masuk ke Jerman.Namun menurut kalangan pengamat, Merkel menyadari situasi sulit di kancah internasional saat ini, antara lain Brexit, bangkitnya kelompok-kelompok ultra kanan di Eropa, terpilihnya Donald Trump di AS. Pada masa-masa yang tidak pasti, dibutuhkan pemimpin yang tenang dan mampu memoderasi berbagai kepentingan. Itulah mungkin motivasi besar Merkel untuk terjun lagi bertarung untuk masa jabatan keempat. Sosok Merkel memang diakui di panggung internasional sebagai pemimpin yang tenang dan tidak cepat terseret emosi.

Angela Merkel - ein rasanter politischer Aufstieg (picture-alliance/dpa/R. Hirschberger)

Merkel muda ketika menjabat sebagai Sekretaris Jendral CDU, Februari 2004. Dua bulan kemudian, dia terpilih sebagai Ketua Umum CDU.

Mempertahankan kekuasaan

Di kalangan partai CDU memang tidak ada sosok lain yang bisa dikedepankan. Jadi semua jajaran partai mendesak Merkel agar mencalonkan diri. Merkel sendiri mengatakan, dia memutuskan untuk maju lagi bulan November, setelah jelas bahwa Donald Trump memenangkan pemilihan presiden AS. Banyak posisi Merkel yang memang bertentangan dengan gagasan dan kebijakan Trump. Misalnya dalam soal perubahan iklim.

Ketika memulai karir politiknya, Merkel pernah mengatakan bahwa tida tidak ingin mengakhiri karir poliriknya sebagai seorang tua renta. Sebagai seorang Kanselir, dia memang punya wewenang cukup besar menentukan arah kebijakan. Secara formal, posisi seorang kanselir dalam tata negara Jerman adalah posisi ketiga tertinggi. Posisi tertinggi ada pada Presiden Jerman, lalu di tempat kedua Ketua Parlemmen, baru di posisi ketiga seorang kanselir. Namun dalam prakteknya, Kanselirlah yang akan menentukan haluan dan arah perkembangan politik.

Di Jerman memang tidak ada pembatasan masa jabatan. Artinya, seseorang bisa menjadi kanselir berulang-ulang, selama dikehendaki. Dan para kanselir pendahulu Merkel, rata-rata memerintah cukup lama: Konrad Adenauer 13 tahun, Helmut Schmidt hampir sembilan tahun, Helmut Kohl 16 tahun.

Laporan Pilihan