Kampus Sering Bimbang Nasib Lulusan, Nadiem Diharapkan Beri Solusi | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 24.10.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Kabinet Indonesia Maju

Kampus Sering Bimbang Nasib Lulusan, Nadiem Diharapkan Beri Solusi

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, diharapkan memberikan terobosan baru di dunia pendidikan. Hal ini demi tersalurkannya produk perguruan tinggi ke dunia kerja sesuai dengan keahlian para lulusannya.

Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Prof Sutrisna Wibawa, berharap Mendikbud Nadiem Makarim dapat meningkatkan link and match antara pendidikan dengan dunia kerja, sehingga produk perguruan tinggi bisa cepat tersalurkan.

"Sepertinya Pak Presiden (dengan menunjuk Nadiem sebagai Mendikbud) menginginkan ada link and match yang benar-benar bisa dilaksanakan. Selama ini kan link and match ini masih belum terimplementasi," kata Sutrisna ke detikcom, Kamis (24/10).

"Nah harapannya dengan Menteri baru (Nadiem), karena beliau ini pengusaha maka tahu persis bagaimana dunia usaha. Kita jelas berharap untuk meningkatkan link and match sehingga lulusan itu tersalurkan sesuai dengan keahliannya," lanjutnya.

Sutrisna berharap Nadiem bisa memunculkan terobosan baru di bidang pendidikan, terutama dalam menyingkronkan output pendidikan dengan dunia kerja. Sebab, menurut Sutrisna tidak mudah menyingkronkan kedua hal tersebut di era revolusi industri 4.0 ini.

Baca juga: Potret Pendidikan Indonesia di Tengah Perkembangan Teknologi

"Karena kadang-kadang kita itu dengan era sekarang ini bimbang juga. Apa yang kita siapkan lulusan nanti (untuk) menempati pekerjaan tertentu, tetapi ketika 4 tahun dia lulus belum tentu pekerjaan ini masih ada dengan era sekarang," ungkap Sutrisna.

Sedangkan saat disinggung mengenai sosok Nadiem yang relatif masih muda dan tidak berasal dari kampus, Sutrisna tak mempermasalahkannya. Sebab menurutnya pekerjaan rutin Nadiem di Kementerian bisa dibantu oleh Dirjen dan pejabat eselon lainnya.

"Sekarang ini era keterbukaan ini kan senioritas nggak terlalu masalah, apalagi di dunia perguruan tinggi. Perguruan tinggi itu menghargai semua orang sama, yang penting keilmuannya. Jadi nggak ada muda-tua, kalau di perguruan tinggi lebih egaliter," tutupnya.

Lihat kinerja

Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI), Yos Johan Utama, berencana menemui Mendikbud yang baru, Nadiem Makarim. FRI ingin mengetahui kinerja Nadiem yang selama ini lebih dikenal sebagai pengusaha bidang transportasi berbasis online tersebut.

Yos mengatakan pihaknya belum bisa berkomentar banyak soal Nadiem, oleh sebab itu ia berencana untuk menghadap terlebih dahulu. Namun Yos belum menyebutkan kapan akan bertemu.

"Belum bisa komentar banyak, kenal saja belum. Akan menghadap, menemui menteri baru," kata Yos kepada detikcom, Kamis (24/10).

Nadiem selama ini dikenal dalam kepiawaiannya berbisnis lewat Gojek. Namun presiden ternyata memberikan tugas sebagai Mendikbud, yang menangani pendidikan dasar, menengah hingga perguruan tinggi.

Ditanya terkait hal itu, Yos merasa harus lebih mengenal dulu baru bisa melihat kinerja menteri baru.

"Kenal dulu, kita lihat pekerjaannya seperti apa," pungkas Rektor Undip Semarang itu. (Ed: rap/ts)

Baca selengkapnya di: DetikNews

Kampus Sering Bimbang Nasib Lulusan, Nadiem Diharapkan Beri Solusi

Dipimpin Mendikbud Milenial, Forum Rektor: Kita Lihat Pekerjaannya

Laporan Pilihan

WWW Link