Kamp Pelatihan Orangtua Gay Kini Hadir di Asia | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 21.02.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

LGBT

Kamp Pelatihan Orangtua Gay Kini Hadir di Asia

Sebuah kamp pelatihan bagi pria gay yang ingin bersiap menjadi orangtua adopsi untuk pertama kalinya digelar di Asia menyusul lonjakan permintaan dari Taiwan. Seminar serupa diyakini akan sering digelar di masa depan

Kamp pelatihan terbesar buat mendidik pria gay menjadi orangtua akan digelar di Asia untuk pertamakalinya menyusul lonjakan permintaan dari Cina, klaim organisator. Selama ini organisasi nirlaba, Man Having Babies (MHB) menggelar pelatihan serupa di seluruh dunia, kecuali di Asia.

Lembaga yang bermarkas di New York itu berkomitmen membantu kaum LGBT yang ingin mengadopsi anak dan menjadi orangtua. Kamp pertama di Asia rencananya akan diadakan pada 9/10 Maret di Taipei, Taiwan.

"Selama lebih dari tiga tahun terakhir kami menyimak betapa permintaan dari Asia tumbuh cepat, terutama kebanyakan warga Cina, yang datang ke Amerika Serikat untuk mengadopsi anak," kata Ron Poole-Dayan, Pendiri dan Direktur Eksekutif MHB.

Tonton video 00:58

Seperti Apa Pernikahan Gay di Jerman

Saat ini situasi bagi kaum LGBT di Asia cendrung memburuk, terutama karena maraknya diskriminasi dan persekusi di Malaysia, Myanmar, Brunei Darussalam, Singapura dan Indonesia. Aksi Polri yang berulangkali mengadakan penggeledahan dan penggerebekan terhadap pesta kaum LGBT turut memperburuk catatan pelanggaran HAM di kawasan.

Meski demikian tidak semua perkembangan di Asia merugikan kaum LGBT. Di India misalnya pemerintah menghapus pasal 377 yang melarang hubungan intim sesama jenis. Adapun parlemen Taiwan sedang menggodok rancangan Undang-undang untuk memperbolehkan pernikahan sesama jenis.

Isu adopsi anak oleh pasangan gay atau lesbian tidak hanya menjadi masalah di negara berkembang, tetapi juga belum sepenuhnya diizinkan di sejumlah negara di Eropa. Adapun Amerika Serikat menyerahkan regulasi adopsi ke masing-masing negara bagian.

Poole-Dayan yang kini mengasuh remaja kembar berusia 18 tahun bersama pasangannya mendirikan MHB pada 2005 lalu. Lembaga ini menggelar seminar bulanan untuk pria gay yang ingin menjadi orangtua. Sejak itu MHB telah menggelar seminar serupa di Eropa, Kanada dan Israel.

"Konferensi kami tidak ditujukan untuk membujuk pria gay agar menjadi orangtua. Seminar ini dibuat untuk mereka yang sudah berniat mengadopsi anak dan ingin membuat prosesnya lebih mudah," kata dia kepada Thomson Reuters Foundation. "Orang mulai menyadari, menjadi seorang gay bukan berarti tidak mampu memiliki kehidupan yang sempurna, termasuk misalnya mendirikan keluarga dan memiliki anak."

Baca juga:Pasangan Lesbian PM Serbia Melahirkan Bayi Laki-laki 

Jay Lin, seorang aktivis LGBT di Taiwan, ikut dalam program MBH setelah melahirkan seorang anak berkat donor sperma seorang teman di kampung halaman. Menurutnya sangat sulit mencari informasi yang diperlukan bagi seorang pria gay untuk menjadi orangtua.

"Ketika saya masuk ke sebuah seminar MHB di San Fransisco dan saya meliha ratusan pria dengan semua warna kulit dan usia duduk bersama berusaha membangun keluarga, saya tahu saya tidak sendirian dan saya bisa melakukannya," kata dia.

rzn/ap (Reuters)

 

Laporan Pilihan

Audio dan Video Terkait