Kalahkan Kroasia, Perancis Boyong Piala Dunia Kedua Kalinya | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 15.07.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Piala Dunia 2018

Kalahkan Kroasia, Perancis Boyong Piala Dunia Kedua Kalinya

Kroasia tunjukkan semangat tinggi, namun Perancis bermain lebih efektif. Griezman, Pogba dan Mbappe membobol gawang Kroasia, Mario Mandzukic cetak gol bunuh diri.

Dua puluh tahun setelah merebut Piala Dunia untuk pertama kali, Perancis berhasil memboyong kembali piala bergengsi itu ke negaranya. Perancis mengalahkan Kroasia 4:2 dengan lini belakang yang tangguh dan pemain-pemain depan yang bergerak cepat, terutama Kylian Mbappe. Sekalipun kalah, tim Kroasia sudah mencatat sejarah setelah berhasil maju ke final untuk pertama kalinya.  

Kedua tim turun dengan seragam utamanya, Perancis dengan warna biru, Kroasia dengan motif merah-putih kotak-kotak. Di atas kertas, Perancis punya lebih banyak pengalaman daripada Kroasia. Mereka juga berhasil menyingkirkan tim-tim besar dan kuat seperti Argentina (4:3), Uruguay (2:0) dan Belgia (1:0) dalam perjalanan menuju final di Koskow.

Tetapi Kroasia sudah menunjukkan semangat juang yang tinggi. Kroasia harus bertanding tiga kali dengan perpanjangan waktu. Melawan Denmark dan Rusia malah dengan adu penalti. Lalu di semifinal mereka mengalahkan Inggris yang 2:1, setelah lebih dulu tertinggal 0:1.

Babak pertama

Perancis membuka permainan cukup hati-hati, sementara Kroasia sejak awal langsung melakukan serangan ke muka gawang Hugo Lloris.

Tetapi, Perancis yang justru lebih dulu membobol gawang Kroasia pada menit ke-19. Berawal dari tendangan bebas di luar daerah penalti yang dilakukan Antoine Griezman, dalam perebutan bola, penyerang Kroasia Mario Mandzukic tanpa sengaja menyundul bola ke gawang sendiri. 1:0 untuk Perancis dengan gol bunuh diri!

Namun Kroasia tidak terpengaruh dan terus berusaha menembus garis belakang Perancis, terutama lewat pemain sayap Ivan Perisic.

Menit ke-28, Perisic berhasil menggetarkan jala Hugo lloris dengan tendangan silang terarah ke sudut kiri, 1:1. Setelah itu, kedua tim silih berganti saling serang.

Menit ke-36, Ivan Perisic menyentuh bola dengan tangannya di daerah pinalti Kroasia. Antoine Griezman tidak menyia-nyiakan kesempatan, 2:1.

Hingga memasuki masa jeda, kedua kesebelasan tampil cukup seimbang. Kroasia lebih banyak melakukan terobosan ke arah gawang lawan, terutama pada menit-menit terakhir babak pertama.

Namun Perancis bermain lebih efektif dan tidak membutuhkan banyak peluang untuk membukukan 2 gol. Menurut statistik, Kroasia melakukan 7 tendangan ke gawang Perancis, sedang Perancis hanya melakukan 1 tendangan ke gawang Kroasia.

Babak kedua

Kedua tim memulai babak kedua tanpa pergantian pemain. Kroasia langsung mengambil inisiatif dengan terobosan-terobosan ke daerah pinalti lawan. Sementara Perancis lebih bersikap menunggu dan mengandalkan serangan balik lewat pemain-pemain depan yang cepat, seperti Kylian Mbappe.

Menit ke 48 Ante Rebic hampir saja membobol gawang Perancis, namun kiper Perancis Hugo Lloris bereaksi gemilang dan berhasil menghalau bola melampaui mistar gawang.

Menit ke 52, Kylian Mbappe menggiring bola dengan cepat dan berhadapan dengan penjaga gawang Kroasia Danijel Subasic. Sepakan keras Mbappe berhasil ditahan Subasic.

Russland WM 2018 Frankreich gegen Kroatien (Reuters/A. Bronic)

Sekalipun kalah, Kroasia telah mencatat sejarah

Menit ke 53, tidak sampai 60 detik kemudian, lagi-lagi Mbappe bermain cepat dan memberi bola kepada Griezman, yang jeli melihat posisi bebas Paul Pogba. Tendangan Pogba masih bisa ditahan pemain belakang Kroasia, namun kembali jatuh di depan kakinya. Pogba langsung menyarangkan bola ke gawang Kroasia, 3:1 (foto artikel).

Menit ke 65, Kylian Mbappe membobol gawang Subasic, 4:1.Sulit dibayangkan, bagaimana Kroasia bisa mengejar ketinggalan ini. Di lain pihak, tim ini beberapa kali membuktikan di Rusia bahwa mereka mampu bangkit selama pertandingan berlangsung.

Menit ke 69: 4:2. Kiper Perancis Hugo Lloris melakukan kesalahan fatal didepan gawang, ketika menendang bole ke kaki penyerang Kroasia Mario Mandzukic yang berdiri di depannya.

Perancis selanjutnya berusaha mempertahankan skor dan mengendalikan bola. Makin lama permainan berlangsung, makin sulit bagi Kroasia membuka peluang ke gawang Perancis. Akhirnya, Perancis berhasil memboyong Piala Dunia kembali ke negaranya.
 

hp/vlz (dpa, afp)

Laporan Pilihan