Köhler Bertemu Presiden Hu Jintao dan PM Wen Jiabao | Fokus | DW | 25.05.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Köhler Bertemu Presiden Hu Jintao dan PM Wen Jiabao

Para wartawan hanya diperbolehkan untuk mendengarkan pembicaraan antara presiden Jerman Horst Köhler dan presiden Cina Hu Jintao selama tepat lima menit.

Köhler dan PM Cina Wen Jiabao di Beijing

Köhler dan PM Cina Wen Jiabao di Beijing

Tidak ada konfrensi pers setelah pembicaraan kedua politisi yang berlangsung dibalik pintu tertutup ini. Apa yang boleh didengar masyarakat terbuka hanya terbatas pada pertukaran keramatamahan kedua presiden ini. Presiden Cina Hu Jintao menggambarkan tamunya Horst Köhler sebagai teman rakyat Cina. Hu Jintao

„Saya yakin, bahwa kunjungan presiden Jerman di Cina ini merupakan kesempatan baru bagi perkembangan lebih lanjut dari kerjasama kedua negara ini. Dan saya siap untuk bertukar pikiran tentang pertanyaan-pertanyaan menyangkut hubungan dan kepentingan kami.“

Köhler juga memuji hubungan ekonomi antara Jerman dan Cina. Kedua politisi ini terakhir kali bertemu bulan November 2005 di Berlin – dan Köhler mengingatkan, bahwa pada pertemuan tersebut ia sudah mengungkit beberapat tema penting. Ia merasa, bahwa kedua presiden ini saling mendengarkan.

Horst Köhler: „Ini sudah hampir merupakan pengalaman hidup dan pekerjaan saya dan saya telah belajar, bahwa semuanya lebih baik dan pemecahan masalah dapat ditemukan, ketika orang saling mendengarkan. Dan menurut saya ini termasuk peran saya untuk mencoba mengetahui lebih banyak dan mencoba mengenal negara lain, dalam kasus in lebih mengenal Cina.“

Tetapi masalah dan pertanyaan kritis juga disinggung dalam pembicaraan ini. Köhler juga sempat membicarakan hal yang memang sudah ia rencanakan, yaitu tema politik iklim. Di masa lampau sudah sering dikatakan, bahwa Cina harus sadar akan tanggung jawabnya dalam hal perlindungan lingkungan dan sumber daya alam. Sebaliknya Jerman mempunyai minat yang besar untuk menjual teknologinya yang ramah lingkungan.

Tema hak asasi manusia juga memainkan peran dalam pembicaraan ini. Akhir-akhir ini ada nada sumbang dalam hubungan cina dan Jerman, terutama karena resolusi parlemen Jerman yang mengecam kamp-kamp pekerja Cina dan sistem penjara Cina. Presiden Jerman Köhler ingin berbicara tentang tema hak asasi manusia di Cina dengan tegas tetapi tidak dalam nada yang dapat membahayakan hubungan kedua negara. Köhler berharap akan forum dialog antara kedua negara, yang memang sejak beberapa tahun dijalankan Jerman dan Cina.

Salah satu pelaku dalam forum dialog dengan cina adalah Günther Hirsch, ketua mahkamah agung Jerman. Ia mendukung sikap berdialog yang sensitif:

„Menurut saya penting, bahwa kami disini tidak menampilkan diri sebagai seorang guru atau seseorang yang lebih tahu, melainkan kami harus menjelaskan sistem kami dan menjelaskan bagaimana sistem tersebut berfungsi dan diman aletak kelemahannya. Kunci keberhasilan forum dialog ini terletak pada penjelasan sistem ini.“

Hirsch optimis bahwa Cina akan sadar, bahwa perlindungan hak asasi manusia menrupakan faktor positif bagi perekonomian.

Sementara itu Presiden Köhler juga sudah bertemu dengan Perdana Menteri Cina Wen Jiabao pada kunjungan pertamanya di Cina ini. Köhler memuji hubungan ekonomi kedua negara. Köhler juga berkata, bahwa perekonomian rakyat Cina menjadi lebih dinamis dan Jerman dapat memetik keuntungan dari kemajuan tersebut.