Jumlah Tentara NATO di Afghanistan Selatan Diharapkan Ditingkatkan | Fokus | DW | 03.11.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Jumlah Tentara NATO di Afghanistan Selatan Diharapkan Ditingkatkan

Komandan Pasukan Internasional di Afghanistan ISAF, Jenderal David Richard, tampaknya tidak punya cukup tentara untuk menumpas Taliban secepatnya.

Tentara Bundeswehr di Afghanistan melakukan patroli dengan helikopter

Tentara Bundeswehr di Afghanistan melakukan patroli dengan helikopter

Demikian diutarakannya kepada harian “Financial Times”. Jenderal Inggris tersebut membawahi sekitar 31.000 tentara NATO. Di satu sisi dia merasa optimis akan berhasil memperbaiki keadaan di Afghanistan, namun di sisi lain terlihat jelas bahwa NATO sendiri tidak puas dengan jumlah dan fleksibilitas pasukan internasional di Afghanistan Selatan.

Dua bulan yang lalu Panglima Pakta Pertahanan Atlantik Utara NATO, James Jones, menyatakan bahwa NATO memerlukan lebih banyak tentara. Tetapi sejak itu hanya sedikit yang dilakukan. Hanya Polandia yang menyatakan bersedia mengirimkan 1.000 tentara tambahan. Tetapi bantuan itu baru ditempatkan tahun depan, padahal NATO memerlukan secepatnya dan setidaknya dua kali lipat dari jumlah tersebut. Sekretaris Jenderal NATO Jaap de Hoop Scheffer berulang kali menggarisbawahi, misi di Afghanistan adalah yang terpenting bagi NATO.

Namun imbauan itu tidak mendapat sambutan di negara-negara anggota NATO. Kini adalah Komandan pasukan NATO di Kabul, Jenderal David Richards, yang memohon. Dia menyatakan tidak memiliki cukup pasukan untuk mencapai kemenangan menghadapi Taliban di Afghanistan Selatan dalam waktu enam bulan ke depan. Di daerah itu, NATO kini terdesak dan korban yang jatuh di pihak NATO semakin meningkat.

Dalam permohonannya, Richards sebenarnya telah menahan diri. Hal ini dilakukan untuk mencegah timbulnya kesan di Afghanistan bahwa NATO tidak dapat lagi menguasai situasi. Soal ini menjadi lebih rumit karena jenderal asal Inggris tersebut tidak dapat menugaskan tentara ISAF menurut kebutuhan di sana. Masalahnya, banyak negara yang mengirimkan pasukannya ke Afghanistan menetapkan peraturan-peraturan operasi yang ketat. “Terus terang, kami masih mempunyai masalah yang cukup penting dengan pembatasan operasi di Afghanistan.” Demikian dikeluhkan James Jones baru-baru ini di Brussel.

Misi angkatan bersenjata Jerman "Bundeswehr“ juga jelas dibatasi. Ke-3.000 tentara Jerman ditugaskan hanya di Afghanistan Utara yang relatif aman. Tugas di selatan yang berbahaya diijinkan hanya dalam kasus pengecualian dan waktunya pun terbatas. Dilaporkan bahwa saat ini sekitar 20 tentara Bundeswehr untuk teknik telekomunikasi berada di Afghanistan Selatan. Tetapi jumlah itu sangat minim dan pertengahan Desember mendatang tugas mereka di selatan akan berakhir.

Inggris, Kanada dan Belanda semakin bertambah frustasi karena hanya mereka sendiri yang harus bertempur di selatan. Perdana Menteri Inggris Tony Blair mengatakan: "Sangatlah penting bahwa NATO sebagai keseluruhan, melihat semuanya ini sebagai tanggung jawabnya.“

Namun, saat ini Spanyol dan Prancis misalnya, sama sekali tidak berniat menambah jumlah tentaranya di Afghanistan. Dan dari Kementrian Pertahanan Jerman terdengar suara yang mengatakan bahwa Bundeswehr kewalahan dengan misi luar negerinya.