Jumlah Penduduk Dunia Terus Bertambah | Sosial | DW | 14.03.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

Jumlah Penduduk Dunia Terus Bertambah

Walau pun jumlah angka kelahiran menurun, ternyata tiap tahunnya penduduk dunia bertambah sekitar 78 juta jiwa.

Logo Badan Kependudukan Perserikatan Bangsa Bangsa

Logo Badan Kependudukan Perserikatan Bangsa Bangsa

Nantinya pertumbuhan penduduk terjadi hanya di negara-negara berkembang. Di sana jumlah penduduk bertambah dari 5,4 miliar orang menjadi 7,9 miliar orang. Sebaliknya, jumlah penduduk negara-negara industri tetap pada kisaran 1,2 miliar orang.

Ramalan terbaru Badan Kependudukan PBB menyebut, terdapat pertumbuhan penduduk yang pesat dari perkiraan PBB dua tahun lalu. Tingkat kesuburan beberapa negara-negara berkembang di tahun-tahun belakangan ini memang berkurang, namun di negara-negara miskin lainnya tingkat kesuburan meningkat pesat. Demikian ditekankan juru bicara Yayasan Penduduk Dunia dari Jerman Catherina Hinz:

Menurut direktur ilmiah organisasi non pemerintah Population Reference Bureau Carl Haub, hingga 50 tahun mendatang angka kelahiran rata-rata dunia, juga di negara-negara berkembang terus menurun.

Tingkat kesuburan negara-negara berkembang seperti Kosta Rika, Thailand atau Tunisia terus menurun. Sementara di Ghana, Kenya atau Indonesia penurunan tingkat kesuburannya melambat atau berhenti sama sekali. Lain lagi dengan Republik Niger, Uganda dan Nigeria yang malah sama sekali tidak terlihat adanya penurunan tingkat kesuburan.

Di kawasan selatan Sahara Afrika, 75 persen penduduknya berada di bawah garis kemiskinan. Warga di sana harus hidup dari dua Dolar per hari dan tingkat pertumbuhan penduduk sangat tinggi. Hingga tahun 2050 penduduk Afrika akan meningkat dari 900 juta jiwa menjadi hampir dua miliar jiwa. Negara yang struktur usia penduduknya lebih muda, seperti Afganistan, Uganda, Republik Niger atau Kongo, bahkan mengalami peningkatan jumlah penduduk hingga tiga kali lipat.

Makanya menurut Catherina Hinz ada kebutuhan mendesak: "Di negara-negara itu harus dilakukan aksi keluarga berencana yang lebih ketat. Banyak negara donor seperti Jerman menyadari situasi di Uganda dan memulai tindakan untuk melambatkan laju pertumbuhan penduduk dengan keluarga berencana, pendidikan dan pelayanan kesehatan reproduksi yang lebih baik. Hal tersebut juga merupakan strategi pembangunan yang dicanangkan di kawasan Afrika Timur.“

Menurut Catherina Hinz, di Afrika saja setiap tahunnya 70 juta Dolar Amerika dibutuhkan untuk kegiatan keluarga berencana karena buruknya penyediaan alat kontrasepsi.

Jumlah penduduk yang paling besar menurut Carl Haub, direktur ilmiah „Population Reference Bureaus“ terdapat di Asia: “Asia masih akan tetap mendominasi. Asia sangat besar, penduduk India berjumlah 1,1 miliar jiwa dan di Cina terdapat 1,3 miliar penduduk. Negara bagian di India, Utar Pradesh memiliki 185 juta penduduk dan menjadi wilayah paling tinggi nomor 6 jumlah penduduknya di dunia.”