Jumlah Korban Gempa dan Tsunami Palu Terus Bertambah | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 29.09.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Bencana Sulawesi

Jumlah Korban Gempa dan Tsunami Palu Terus Bertambah

Korban tewas akibat gempa yang memicu tsunami di Palu dilaporkan hampir mencapai 400 jiwa. Rumah sakit berupaya tangani ratusan warga yang terluka, sementara tim penyelamat berusaha mencapai tempat yang terdampak parah.

Tsunami yang diakibatkan gempa berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang Sulawesi Tengah, menghantam Palu dan menyapu bangunan dan jembatan utama, dan menyebabkan jatuhnya ratusan korban di kota berpenduduk lebih dari 380.000 jiwa itu. Jumlah korban jiwa yang terdata hingga berita ini diturunkan berjumlah 384 orang, dan data yang terhimpun masih hanya dari Palu. Kemungkinan masih terus bertambah, ungkap Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Meski jumlah korban yang dievakuasi telah ratusan, namun yang dapat diidentifikasi melalui empat rumah sakit di Palu menurut catatan BNPB yang terbaru adalah 56 korban.  

"Namun, jumlah itu juga sebagian karena tsunami, sebagian karena gempa sebelumnya yang mengakibatkan tsunami itu. Misalnya saat gempa itu tertimpa reruntuhan," papar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.

Lebih lanjut Sutopo seperti dikutip dari AP menyebutkan bahwa jumlah korban diperkirakan masih akan bertambah, sebab diketahui ada "puluhan hingga ratusan" orang yang sedang berkumpul melakukan perayaan di pantai Palu saat tsunami terjadi.

"Ketika peringatan tsunami terjadi kemarin, warga tetap melanjutkan aktivitas mereka di dekat pantai dan tidak segera berlari dan mereka menjadi korban," ungkap Sutopo seperti dikutip dari Reuters. 

Penanganan darurat

Sebagaian besar korban yang terdata masih di Palu, sementara Donggala diperkirakan terkenda dampak paling parah akibat gempa dan tsunami.  Baik Donggala maupun Mamaju belum mampu dicapai tim penyelamat akibat jalanan rusak berat. Presiden Joko Widodo sudah memerintahkan komando penanganan darurat di Palu.

Tonton video 01:09

Detik Saat Tsunami Menerjang Palu

"Saya telah perintahkan Menko Polhukam untuk mengkoordinasi BNPB. Saya juga sudah telepon tadi ke Panglima TNI untuk bersama-sama menangani terutama yang berkaitan dengan penanganan darurat, baik pencarian korban, evakuasi, maupun penyiapan kebutuhan-kebutuhan dasar yang diperlukan," ujar Jokowi di kediamannya di Solo, Jumat (28/09) seperti dalam keterangan yang dikirim Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Gelombang tsunami setinggi 1,5 - 2 meter yang terjadi di Palu menyebabkan infrastruktur dan jaringan telekomunikasi terputus di wilayah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah dan sekitarnya. 

Dalam cuitannya, Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan penyebab terjadinya peristiwa tsunami di Palu setelah gempa adalah akibat terjadinya patahan di Palu Koro karena pergerakan aktif sesar. Patahan di Palu Koro tersebut menyebabkan guncangan gempa berkekuatan 7,7 SR.

 ts/vlz (afp, ap, reuters, dpa, detik.com)

Laporan Pilihan

Audio dan Video Terkait