Jokowi: COVID Tidak Mungkin Hilang Total, Jangan Euforia Berlebihan! | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 07.09.2021
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Wabah Corona

Jokowi: COVID Tidak Mungkin Hilang Total, Jangan Euforia Berlebihan!

Jokowi meminta masyarakat sadar COVID-19 masih ada. Menurutnya lonjakan kasus masih mungkin terjadi jika masyarakat lengah dalam menjalankan protokol kesehatan.

Presiden RI Joko Widodo

Presiden RI Joko Widodo minta masyarakat tidak lengah jalankan protokol kesehatan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan COVID-19 tidak mungkin hilang secara total. Jokowi mengatakan upaya yang dilakukan saat ini adalah mengendalikan.

"Rapat evaluasi untuk PPKM pada siang hari ini saya ingin menyampaikan beberapa hal, yang pertama kita semuanya bersama-sama harus menyampaikan kepada masyarakat, kepada rakyat bahwa yang namanya COVID ini tidak mungkin hilang secara total, yang bisa kita adalah mengendalikan, ini penting," kata Jokowi.

Hal itu disampaikannya saat memimpin rapat terbatas evaluasi PPKM yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (06/09).

Jokowi menyebut pentingnya mengingatkan hal tersebut. Supaya, menurutnya, masyarakat tidak melakukan euforia.

"Statement ini penting sekali supaya tidak terjadi euforia yang berlebihan, senang-senang yang berlebihan," ujarnya.

Jokowi meminta masyarakat sadar COVID-19 masih ada. Dia mengatakan kemungkinan lonjakan kasus yang terjadi lagi jika masyarakat lengah dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Sehingga masyarakat harus sadar bahwa COVID selalu mengintip, varian Delta selalu mengintip kita, begitu lengah bisa naik lagi," ucapnya.

Keterisian tempat tidur di rumah sakit menurun 

Jokowi juga memaparkan perkembangan kasus corona dalam beberapa hari terakhir. Selain itu, Jokowi menyebut keterisian tempat tidur di rumah sakit (bed occupancy rate/BOR) mengalami penurunan.

"Saya melihat kalau melihat kasus harian selama 3 hari kemarin, misalnya 7.700, 6.700, dan 5.400 terakhir kemarin," katanya.

"Saya melihat BOR nasional kita 21 (persen) tiga hari yang lalu, turun 20 (persen), kemudian sekarang di angka 19. Wisma Atlet 11 (persen) tiga hari yang lalu, kemudian hari ini 9%," tuturnya.

Jokowi kembali meminta masyarakat tetap waspada. Dia mengatakan jika seluruh pihak konsisten dan bekerja sama menangani COVID-19, pada akhir September, kasus aktif bisa terus turun hingga di bawah 100 ribu kasus.

"Berita-berita ini dulu-dulu penting, tapi sekarang jangan sampai informasi seperti ini disalahmengertikan bahwa ini sudah pulih, ini sudah pulih, ini yang berbahaya," lanjut Jokowi. (Ed: gtp/ha)

Baca artikel selengkapnya di: DetikNews

Jokowi: COVID Tidak Mungkin Hilang Total, Jangan Euforia Berlebihan!

 

Laporan Pilihan